Connect with us

Seni Budaya

Kabupaten Lahat Raih Penghargaan Ajang Festival Sriwijaya XXIX 2021

Published

on

Aan Kunchay –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Pergelaran Festival Sriwijaya XXIX tahun 2021 yang dilangsungkan di Taman Budaya Sriwijaya (Jakabaring) Palembang pada 22 s.d 28 Oktober, tim kesenian Kabupaten Lahat dibawah binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat melanjutkan tradisi kejayaan di ajang tahunan se-Sumatera Selatan ini.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, tim Kabupaten Lahat kembali berhasil meraih penghargaan.

Tampil pada tanggal 27 Oktober 2021, tim Kabupaten Lahat meraih penghargaan dari kategori Penyanyi Terbaik 1 atas nama Reyn Gumay. Reyn Gumay tampil memukau dengan membawakan lagu Umak, karya Ancha Andiesfa.

Selain itu, penghargaan juga diraih tim Kabupaten Lahat dari kategori Pemeran Teater Terbaik. Teater dengan judul Batu Betangkup, kali ini disutradari Indra Jaya Suki yang juga merangkap sebagai penulis naskah.

Arransemen musik dalam penampilan teater ini oleh Aminudin. Sementara untuk penata rias dan penata artistik oleh Meyrita Febrianti.

Saat dikonfirmasi hari ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, Sri Muliati, menyatakan kesyukuran atas raihan prestasi yang diraih tim Kabupaten Lahat.

“Alhamdulillah, pastinya kita bersyukur atas prestasi ini. Pencapaian ini tidak lepas dari dukungan dari Bupati Lahat, Wakil Bupati, Sekda, serta doa dari seluruh masyarakat Kabupaten Lahat,” ucap Sri Muliati. Jumat (29/10/2021).

Sri Muliyati menambahkan, hasil yang diraih tahun ini di ajang Festival Sriwijaya cukup memuaskan. Ia juga berharap Dinpar senantiasa bisa ikut berpartisipasi dan berprestasi dalam Festival Sriwijaya mendatang.

“Ke depan kita berharap bisa mengikuti event dan menjaga tradisi prestasi Kabupaten Lahat di ajang ini. Dari itu akan lebih mempersiapkan diri lagi dengan disupport Bupati Lahat dan akan selalu menjadi peserta. Karena di ajang inilah yang membanggakan nama Kabupaten Lahat. Pastinya kita akan mempertahankan dan berjuang untuk lebih baik lagi di tahun 2022,” pungkas Sri Mulyati.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Seni Budaya

Kombinasi Teater Bangsawan dan Modern dengan Dongeng “Dul Kancil”

Published

on

Release SMSI Sumsel –

PALEMBANG, MLCI – Puluhan penonton dari kalangan pelajar dan mahasiswa antusias menyaksikan pementasan teater Dongeng Bangsawan Dul Kancil. Pertunjukan drama adaptasi naskah “Matahari di Sebuah Jalan Kecil” karya Arifin C Noer itu digelar di Aula Prof Bochari Rachman MSc Universitas Bina Darma Palembang.

Dr Yanti Pasmawati ST MT, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Universitas Bina Darma Palembang mengatakan, pementasan teater tersebut merupakan inovasi dan kreasi mahasiswa. “Pementasan  teater ini dibuat dengan  inovasi dan kreasi yang luar biasa dan sangat penting diapreasiasi,” ungkap Yanti dalam sambutannya, Rabu (10/01/2024).

Menurut Yanti, pementasan teater menjadi agenda rutin tahunan yang digelar Program Studi  Pendidikan Bahasa Indonesia. Di samping untuk melestarikan seni budaya tradisi Sumatera Selatan. “Kegiatan rutin dilakukan prodi PBI dengan melestarikan seni budaya, khususnya di Sumsel. Warisan budaya  ini tidak hanya  untuk diadopsi tapi juga dikembangkan,” harapnya.

Dikatakannya, mahasiswa asing asal Amerika Serikat yang kuliah di UBD pernah mementaskan teater tradisi. Teater tradisi tidak hanya diperankan mahasiswa lokal, tapi juga mahasiswa asing. Mahasiswa  international student class UBD juga pernah mementaskan teater tradisi di Selangor Malaysia. “Pentas Dul Kancil ini kolaborasi drama tradisi bangsawan dan teater modern (dengan dongeng/fabel). Ini inovasi yang harus dikembangkan,” imbaunya.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FSH UBD, Dr Hastari Mayrita MPd menambahkan, pementasan teater diusung sebagai upaya mendukung capaian perkuliahan. “Pentas teater ini digelar setiap tahun. Diselenggarakan mahasiswa untuk memenuhi capaian perkuliahan di program studi,” ujar Hastari.

Bukan hanya itu, tambah Hastari, pementasan teater merupakan karya mahasiswa untuk meningkatkan keterampilan dalam bidang bahasa dan sastra Indonesia. “Pentas ini karya mahasiswa, terutama menghasilkan keterampilan dalam bidang bahasa dan sastra. Khususnya seni pertunjukan teater,” ungkapnya.

Diketahui, pertunjukan tersebut mengkolaborasikan drama tradisi bangsawan dan dongeng/fabel dengan teater modern. Menyoroti fenomena kleptomania dalam psikologi masyarakat akibat krisis ekonomi. Pesan moralnya agar generasi muda, khususnya pelajar dan mahasiswa dapat terhindar dari perilaku tidak terpuji seperti mengambil hak orang lain, mencuri uang/harta dan aset negara  atau perusahaan tempatnya bekerja/berkarier kelak setelah lulus studi.

Dalam pentas ini, mahasiswa  mengombinasikan perpaduan naskah drama modern, cerita rakyat lisan berupa dongeng, dan teater bangsawan. Terdapat kemiripan karakter tokoh lakon ini dengan dongeng si kancil yang populer di tengah masyarakat.

Dongeng merupakan cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Dalam pertunjukan ini, dongeng yang dipilih berupa fabel (cerita kehidupan para binatang yang bertingkah laku seperti manusia). Dekonstruksi fabel menjadi sebuah teguran alternatif lakon ini menyajikan tentang kehidupan manusia yang bertingkah laku seperti binatang. Termasuk dalam rias tokoh lakon ini.

Sementara, konsep teater bangsawan diangkat dari seni pertunjukan melayu yang tidak berangkat dari syair Hikayat Abdul Muluk. Gaya pemanggungan teater bangsawan termasuk komedi stambul yang menggabungkan seni drama, tari, dan musik serta mengangkat cerita istana. Hanya saja pada lakon ini, nuansa istanasentris diganti sebagai perbincangan rakyat dan pekerja yang membicarakan kehidupan para bangsawan.***

Bagikan Berita :
Continue Reading

Seni Budaya

Dapat Gelar Bangsawan, Ini Harapan Ketua DPC PDIP Lahat Yulius Maulana

Published

on

Jurnalis : Herlan Nudin

Lampung – MLCI – Mantan Wakil Bupati Empat Lawang dinobatkan sebagai bangsawan setelah mendapat Lencana Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Kepaksian Pernong Lampung.

Penobatan terjadi lewat prosesi pemberian Piagam Adat dan kopiah Lampung oleh Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan ke-23, Pangeran Edward Syah Pernong, Sabtu (28/10/2023).

Yulius Maulana menyampaikan rasa terhormat dan ungkapan terimakasih atas pemberian gelar tersebut.

“Tentu gelar bangsawan yang disematkan ke saya ini adalah suatu kehormatan dan menjadi tanggung jawab moral yang perlu saya jaga,” kata Yulius Maulana dalam keterangannya yang diterima media.

Ketua DPC PDI Perjuangan Lahat itu telah menjadi bagian dari keluarga kerajaan adat Lampung. Menurutnya, gelar bangsawan menandakan keakraban dan kekeluargaan.

“Alhamdulillah saya sudah menjadi bagian dari keluarga besar Kerajaan Adat Lampung,” ungkapnya.

Terakhir, Yulius Maulana berharap dengan penyematan gelar bangsawan bukan hanya bermanfaat pada dirinya namun juga kepada masyarakat.

“Semoga bermanfaat kepada saya dan yang pasti harus bermanfaat juga untuk sesama,” tuturnya.

“Saya juga tertantang untuk semakin berani dalam melakukan hal yang saya anggap benar. ” tandasnya.

Bagikan Berita :
Continue Reading

Seni Budaya

Menjaga kebersihan Lingkungan, Warga Desa Wanaraya Gotong Royong Bersikan Pingir Jalan Poros Desa

Published

on

Jurnalis : Herlan Nudin

Lahat, SUMSEL – MLCI – Kikim Barat, Dalam Menjaga Kesehatan dan kenyamanan Lingkungan Ibu-Ibu RT.05/RW.05 Desa Wanaraya mengelar kerja Bakti membersihkan pinggir jalan poros. Selasa, 24/10/2023

Tampak dalam kegiatan Gotong Royong Warga Desa Wanaraya kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat berlangsung dengan penuh kekompakan.

Warsanto Kepala Desa Wanaraya menyampaikan, Alhamdulillah kegiatan Gotong royong yang didominan Ibu-Ibu Desa Wanaraya berlangsung Kompak.

Kegiatan ini kita lanksanakan Guna Menjaga kebersihan Lingkungan Desa serta membangkitan Budaya Gotong Royong dan kebersamaan antar Warga.

Untuk itu, kami mewakili Pemerintah Desa Wanaraya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah turut serta dalam kegiatan dan Mari kedepan kita tingkatkan lagi. “Ajak kades

Bagikan Berita :
Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!