Connect with us

Hukum & Kriminal

Langgar Aturan, Oknum Polres Lahat Diberhentikan Tidak Hormat

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Bertempat di lapangan Apel Mapolres Lahat, digelar Upacara Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada oknum Polres Lahat Bripka BY. Rabu (2/6/2021) sekira pukul 08.00 Wib hingga selesai.

Terlihat Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK atas nama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM memimpin upacara PTDH oknum anggota Polres Lahat tersebut sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kep/408/V/2021 tertanggal 17 Mei 2021.

Informasi dihimpun, SK itu tentang PTDH dari dinas polri terhitung dari tanggal 31 mei 2021 karena yang bersangkutan melanggar pasal 12 ayat ( 1 ) hurup a PP 1 tahun 2003 dan atau pasal 22 ayat ( 1 ) hurup a perkab nomor 14 tahun 2011.

Selain itu, Upacara juga diikuti oleh Wakapolres Lahat Kompol Josy Andrianto Sst MM, seluruh PJU dan Perwira serta Personil Polres Lahat.

Saat menyampaikan amanatnya, Kapolres Lahat menjelaskan bahwasanya upacara ini merupakan salah satu wujud tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas dan momentum untuk meningkatkan solidaritas internal sekaligus untuk mengevakuasi pelaksanaan tugas.

“Memberikan motivasi bagi personel dan punishmen kepada anggita yang melakukan kesalahan, karena terlibat penyalahgunaan narkoba, PTDH dilakukan setelah melalui proses hukum oleh bidang pripesi dan pengamanan Polres Lahat,” sambung Kapolres

Kemudian diambil keputusan untuk pemecatan oleh institusi polri dengan ketentuan hukum yang ada, tindakan tegas terhadap anggota Polri merupakan agenda membersihkan diri dari segala tindakan melawan hukum seperti terlibat penyalahgunaan narkotika yang telah mencoreng institusi kepolisian.

“Sebagai manusia biasa, dan sebagai pimpinan merasa berat mengambil keputusan ini, namun menjalankan tugas sebagai pimpinan, maka langkah tegas harus saya lakukan mengingat tugas untuk mengimplementasijan program presisi Kapolri,” urainya.

Program Presisi dengan pemantapan reformasi internal Polri seperti melakukan penegakan aturan kode etik dan propesi polri dalam rangka mewujudkan kedisiplinan dan soludaritas internal yg baik, dalam rangka perbaikan kuktur yairu tindak tegas anggota yang terlibat peredaran dan penyalahgunakan narkoba.

“Harapan sebagai pimpinan dan sebagai warga negara yang pernah dididik menjadi anggota polri agar tetap memiliki hubungan emosional dengan polri dan menjadi mitra polri untuk mewujudkan kamtibmas yang kondusif di tebfah masyarakat, dan kepada seluruh personel mari kita ambil hikmanya dan pelajaran dari upacara PTDH ini,” tutup Kapolres.

Perlu diketahui, dalam pelaksanaan upacara pemberhentian tidak dengan hormat Bripka BY tidak hadir dan di simbolkan dengan fotonya yang dibawa dan dikawal oleh anggota Provos Polres Lahat.*****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Pencuri Mobil Taft Berhasil Dibekuk Tim Buser Polres Lahat

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Lahat berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud pasal 363 KUHPidana.

“Ada dua tersangka pencurian mobil yang berhasil kami bekuk,” ujar Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Herli Setiawan kepada media ini melalui Penmas Humas Polres Aiptu Lispono. Senin (20/6/2022).

Dijelaskannya, dua tersangka tersebut yakni HER alias WID (42) warga Kelurahan Nendagung Kota Pagaralam dan ALP alias AGU (38) beridentitas di Kota Manak Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.

“Penangkapan kedua tersangka pada 15 Juni 2022 sekira pukul 21.00 Wib yang sebelumnya dilidik Tim Opsnal Satreskrim Polres Lahat yang mendapat informasi keberadaan pelaku di Kota Pagaralam,” terang Lispono.

Mendapat informasi tersebut, tambahnya, Tim Opsnal bergerak dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka HER lalu dikembangkan bahwa mobil hasil curian itu dijual kepada tersangka ALP yang akhirnya juga berhasil dibekuk.

“Barang bukti satu unit mobil daihatsu merk taft warna abu-abu metalik dengan nomor mesin P05735115 dan nomor rangka 934259 atas nama Datun Arianto dan kedua tersangka digelandang ke Mapolres Lahat guna dilakukan pemeriksaan,” urainya.

Lispono mebeberkan kronologi pencurian mobil taft itu terjadi pada 5 Mei 2022 lalu sekira pukul 09.00 Wib di Talang Berangin Kecamatan Kota Lahat, tepatnya di depan gang rumah korban, Reza (29).

“Ketika itu mobil sedang parkir depan gang rumah korban dan saat akan diperbaiki, korban terkejut kendaraan kesayangannya itu tidak ada lagi alias hilang,” ujarnya.

Lispono mengatakan, atas kejadian pencurian, korban mengalami kerugian sebesar Rp.100 juta dan langsung memberikan laporan resmi ke Mapolres Lahat untuk ditindaklanjuti sesuai proses hokum yang berlaku.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Pelaku Pencabulan Dalam Warung Berhasil Diamankan Polsek Jarai

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Jajaran Polres Lahat, yakni Polsek Jarai berhasil ungkap kasus perbuatan cabul, merusak kesopanan atau kesusilaan dengan tersangka Is (41) pekerjaan tani warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Jarai.

Hal itu dikatakan Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kapolsek Jarai AKP Indra Gunawan dan Kasi Humas Iptu Sugianto kepada media ini melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Lispono SH. Jumat (3/6/2022).

Ditambahkan Lispono, kasus perbuatan cabul yang menimpa korban NU (41) wanita beralamat yang sama dengan tersangka itu terjadi pada 3 Maret 2022 lalu sekira pukul 11.00 Wib.

Pada saat korban sedang berada di dalam warungnya di Talang Sali Kecamatan Jarai, tiba tiba tersangka masuk lalu mengunci pintu warung dan langsung berbuat cabul dengan menciumi, memeluk serta meremas-remas buah dada korban.

“Korban panik dan berkata akan teriak apabila tersangka tidak keluar, sehingga tersangka keluar dari warung korban, tidak berapa lama ibu korban menemui korban lalu bercerita dan sempat marah kepada ibunya karena ditinggal sendirian di warung,” beber Lispono.

Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Jarai untuk di proses secara hukum. Dan, pada Jum’at 3 Juni 2022 sekira Pukul 14.00 Wib, tersangka berhasil diamankan Kapolsek Jarai bersama anggotanya di Mapolsek Jarai.

Dilanjutkan Lispono, barang bukti yang juga ikut diamankan yaitu baju kaos lengan panjang dan celana kolor milik korban serta baju panjang terusan wanita juga milik korban.

“Perbuatan tersangka ini dikenakan perkara perbuatan cabul, merusak kesopanan dan kesusilaan sesuai dengan rumusan Pasal 289 KUHPidana,” pungkas Lispono.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Kejelasan Dugaan Kasus Penganiayaan Tiara “Membingungkan”

Published

on

Release SMSI Banyuasin –

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Tiara Binti Ripani (21) warga RT 13 RW 07 Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin mengeluh atas kejelasan pengungkapan kasus.

Kepada awak media, Selasa (24/5/2022) Tiara menuturkan Kasus tersebut dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Jumat 17 Desember 2021 lalu, saat dirinya pulang menonton pesta Orgen Tunggal (OT) bersama teman-temannya.

Kemudian datang seorang wanita bernama LD (39) menghadang dan memarahinya lantaran diduga cemburu karena suaminya TH (41) hendak mengantar, tanpa bicara langsung menjambak rambut dan menampar muka serta memukul leher Tiara.

Tak puas, sorenya LD mendatangi kediaman Zakaria (37) di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, tanpa basa-basi langsung menyerang membabi buta dengan membawa sebilah pisau, beruntung waktu kejadian Zakaria dan istrinya Nia Daniati (36 ) ada di rumah, kejadian tersebut langsung dilerai.

Pengakuan korban, dari kejadian tersebut korban mengalami luka goresan pisau di bagian leher depan dan belakang, serta mengalami luka gigitan sebanyak dua kali di tangan kiri dan benjolan di kepala akibat benturan benda tumpul dan melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian dengan bukti lapor Nomor : STTLP/B-223/XII/2021/SUMSEL/RES BANYUASIN.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Imam Safi’i melalui Kanit PPA Ipda Tri Nensy Nirmalasary menjelaskan, bahwa sampai saat ini kasus penganiayan yang menimpa atas nama Tiara masih dalam tahap penyelidikan, belum naik ke tingkat lidik.

“Karena satu saksi yakni Zakaria masih belum bisa hadir memenuhi undangan kami dan itu menjadi kendala kami dalam proses penyelidikan kasus ini, untuk saksi kami masih minim,” sambungnya.

Kepada wartawan, korban Tiara bersama Harahap (40) sang paman mengaku dirinya sudah tiga kali mengatar surat panggilan saksi dari Polres.

“Kesulitan yang didapati adalah kami tidak dapat menghadirkan saksi dikarenakan saat ini sulit ditemui dan komunikasi melalui telepon pun sudah diblokirnya. Untuk itu kami berharap pihak kepolisian dapat membantu keadilan untuk kami dan pelaku dapat dihukum dengan sesuai,” ungkap Tiara.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!