Home / Nasional / Regional

Rabu, 5 April 2023 - 14:41 WIB

PTBA Latih Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas 11 A, Olah Limbah Jadi Beragam Kerajinan

Barab Dafri FR

BANDAR LAMPUNG, – SMSI – PT.Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan berkolaborasi dengan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung melakukan pemberdayaan warga binaan melalui pelatihan untuk mengembangkan limbah tusuk sate menjadi beragam kerajinan tangan.

Pelatihan diberikan kepada warga binaan lapas yang masa tahanannya hampir habis dan membutuhkan keterampilan sebagai bekal kembali menjadi bagian dari masyarakat. Pada 2022, sebanyak 10 warga binaan telah mengikuti program ini.

Program pemberdayaan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung ini juga didukung oleh PT Hanan Alam Utama (PT HAU) sebagai pemasok bahan baku dan distribusi produk, serta Kampus Bumi yang memberikan workshop dan pendampingan.

“PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Unit Pelabuhan Tarahan menginisiasi pengembangan Limbah sortir hasil produksi tusuk sate yang belum termanfaatkan dan menjadi beban limbah bagi lingkungan menjadi produk yang berbasis pemberdayaan kelompok rentan, dalam hal ini warga binaan lapas,” kata General Manager PTBA Unit Pelabuhan Tarahan, Dadar Wismoko.

Baca Juga!  Kado Ahir Tahun Dari Hashim Untuk SMSI, Firdaus Raih Penghargaan FORMAS

Berkat program ini, warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung memperoleh keterampilan dan pendapatan dari bagi hasil kerajinan. Produk-produk yang dihasilkan dari limbah sortir lidi tusuk sate, di antaranya adalah kotak tisu, kotak hantaran, dan kotak buah.

Manfaat lainnya ialah perubahan pandangan masyarakat terhadap warga binaan lapas, dari yang dianggap menjadi beban masyarakat justru dapat menciptakan produk kerajinan kreatif, memiliki keterampilan, serta siap membuka lapangan pekerjaan atau mandiri di masyarakat.

“Para warga binaan mendapat kepercayaan diri dan kesiapan keterampilan untuk menjadi bekal kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Pemberdayaan warga binaan Lapas Perempuan kelas IIA Bandar Lampung dalam produksi kotak tisu dan tirai bambu dari limbah tusuk sate ini merupakan bagian dari Program Bamboo for Life yang dijalankan PTBA sejak 2014 di area Pelabuhan Tarahan, kemudian dilanjutkan ke berbagai daerah di sekitar perusahaan.

Baca Juga!  Terumbu Karang Di Pulau Pahawang Di Konservasi Bukit Asam

Penanaman bambu dilakukan untuk merestorasi lahan yang gersang. Secara kumulatif, sudah 13.624 unit pohon bambu pada lahan seluas 49 hektare (ha) yang ditanam PTBA di berbagai daerah di Provinsi Lampung. Serapan karbon mencapai 3.509 ton CO2e per tahun.

Sejak 2018, PTBA Unit Pelabuhan Tarahan melakukan pendampingan dan pengembangan produksi tusuk sate untuk memberdayakan kelompok rentan (lansia) di Desa Sidomulyo.

“Dengan pendampingan dari PTBA, tercipta keberlanjutan program dengan kesiapan Sistem Manajemen Bahtera Bambu. Mulai dari lembaga koperasi yang terstruktur, SOP yang jelas, dan sentra industri tusuk sate telah menerapkan Total Productive Maintenance dan penerapan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant). Maka program memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tegas Dadar

Share :

Baca Juga

Nasional

Siapkan Isu Strategis ke Presiden RI, APKASI Perkuat Sinergi Pusat – Daerah

Nasional

Kasus Dugaan Investasi Ilegal Menguap, Kerugian Jemaat Capai Rp.28 Miliar

Nasional

Ujian Praktek SD Negeri 32 Lahat Berlangsung Tertib dan Teratur, Ini Pesan Kepala Sekolah

Kabupaten Lahat

Puluhan KPM Banpang Desa Ulak Mas Lahat Terima Bantuan, Ini Bantuannya

Nasional

Bursah Zarnubi, “Agar Tepat Sasaran, APKASI Siap Kawal Program Nasional Bedah Rumah”

Nasional

Audensi APKASI Bersama PLN, “Pertegas Komitmen Dukung Kedaulatan Energi Nasional”

Nasional

Prof. Abdul Latif: PERADI PROFESIONAL Dorong Reformasi PPA dan Pengawas Advokat Independen

Kabupaten Lahat

Sinergi Lintas Sektor : Kelurahan Pagar Agung Dan Puskesmas Gelar Kegiatan Halal Bihalal
error: Content is protected !!