Home / Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:01 WIB

Luncurkan Golden Rules Versi 5.0, Bukit Asam Perkuat Budaya Keselamatan Kerja

JAKARTA, MLCI – PT Bukit Asam Tbk resmi meluncurkan Golden Rules Versi 5.0 sebagai pedoman utama keselamatan dan keberlanjutan perusahaan dalam mengendalikan risiko kritikal, mencegah kecelakaan kerja, serta menjaga keberlanjutan lingkungan di seluruh aktivitas operasional.

Golden Rules Versi 5.0 yang merupakan hasil penyempurnaan berkelanjutan dari versi-versi sebelumnya ini mulai diberlakukan pada Januari 2026.

Penyusunannya dilakukan melalui proses yang komprehensif oleh Tim Perumus Golden Rules lintas fungsi, dengan mempertimbangkan pembelajaran dari berbagai insiden, dinamika risiko di lapangan, serta adopsi praktik terbaik di industri.

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim perumus Golden Rules Versi 5.0 atas komitmen, kolaborasi, dan kontribusi nyata dalam menyusun standar bersama ini.

Diakuinya, seiring dengan peningkatan target produksi, perusahaan dihadapkan pada tantangan operasional yang semakin besar dan kompleks.

Dinamika lapangan yang semakin tinggi menuntut kesiapan organisasi untuk tetap bekerja secara disiplin, terkendali, dan mengedepankan keselamatan serta perlindungan lingkungan di setiap aktivitas.

Baca Juga!  Gelar Dialog Nasional dan Refleksi Akhir Tahun 2025, SMSI Bakal Berkantor di Gedung Dewan Pers

“Golden Rules Versi 5.0 merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan bisnis, melalui operasional yang aman, bertanggung jawab, dan selaras dengan pengelolaan lingkungan,” jelas Arsal. Kamis (22/01).

Menurutnya, keselamatan dan lingkungan merupakan elemen strategis yang mendukung keberlangsungan usaha serta kepercayaan para pemangku kepentingan yang juga memiliki peranan penting.

Arsal menegaskan, keteladanan perlu diwujudkan secara konsisten, tercermin dalam kepemimpinan, setiap pengambilan keputusan, penetapan prioritas, serta perilaku kerja sehari-hari.

Ia berharap, dengan diterapkannya Golden Rules Versi 5.0 ini, nilai-nilai keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan semakin terinternalisasi, sehingga memperkuat budaya kerja dan mendukung keberlanjutan perusahaan.

Ketua Tim Perumus Golden Rules Yuhendri menegaskan, Golden Rules bukan milik satu fungsi atau unit tertentu. Golden Rules merupakan komitmen korporasi yang berlaku lintas fungsi dan lintas unit kerja, yang menuntut keselarasan peran dan tanggung jawab seluruh insan perusahaan.

Baca Juga!  Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Buka Dialog Nasional SMSI: Media Baru Harus Mengarah pada Pers Sehat

Ia menekankan, keselamatan hanya dapat dicapai apabila setiap bagian organisasi tanpa terkecuali menjadikan Golden Rules sebagai acuan bersama dalam bekerja, berkolaborasi, dan mengambil keputusan.

“Kami menyadari bahwa Golden Rules Versi 5.0 ini mungkin belum sepenuhnya sempurna. Namun demikian, pedoman ini ditetapkan sebagai rujukan bersama yang harus dipenuhi dan dijalankan,” urai Yuhendri.

Seiring dengan implementasinya, keberjalanan Golden Rules ini akan senantiasa dipantau, dievaluasi, dan disempurnakan secara berkelanjutan, agar tetap relevan dengan dinamika risiko dan kebutuhan operasional perusahaan.

“Kami meyakini bahwa penerapan Golden Rules Versi 5.0 secara konsisten akan memperkuat budaya keselamatan, menjaga keberlangsungan operasional, serta mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang andal, produktif, dan berkelanjutan,” pungkas Yuhendri.*** D4F

Share :

Baca Juga

Nasional

Audensi SMSI dan Stafsus Menbud RI, “Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026”

Nasional

Putusan MK “Kriminalisasi Wartawan Dihentikan” Didukung Ketum DePA-RI

Nasional

Komitmen National Dong Hwa University Wujudkan Taiwan Ramah PMI

Nasional

Perlindungan Profesi Advokat Dalam KUHAP Baru Siap Dikawal DePA-RI

Nasional

Prof Abdul Latif, “Sikap Diam Kejati Sumbar soal Kasus Bank Nagari Berpotensi Melanggar Hukum”

Nasional

Rampungkan Draf Penyempurnaan PD/PRT, PWI Pusat Perjelas Mekanisme Pemilihan Ketum dan Pembentukan Majelis Tinggi

Nasional

Guru Besar STIK Soroti Distorsi Pilkada Langsung akibat Biaya Politik Tinggi

Nasional

Gubernur Harus Searah dengan Program Pemerintah Pusat
error: Content is protected !!