Home / Hukum & Kriminal

Selasa, 3 Maret 2026 - 16:14 WIB

Kinerja APH Disoal, Kasus Alkes RSUD Lahat Rp.28 Milyar Lambat Tetapkan Tersangka

LAHAT SUMSEL, MLCI – Informasi dihimpun media ini terungkap, kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di RSUD Lahat senilai Rp 28 Miliar dari APBD Perubahan 2024 telah resmi naik ke tahap penyidikan oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Lahat sejak Desember 2025 lalu.

Saat peningkatan status perkara diumumkan, pucuk pimpinan Kejari Lahat masih dijabat oleh Toto Roedianto SSos SH MH yang menyatakan proses akan berjalan sesuai hokum dengan sedikitnya 11 saksi telah diperiksa.

Sumber media ini yang juga pemerhati pemerintahan, Dedi Firmansyah saat ditemui terlihat tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Selasa (03/03).

“Kasus ini sudah naik penyidikan sejak Desember 2025. Saksi sudah diperiksa belasan orang. Tapi perkembangan signifikan belum juga tampak. Jangan sampai muncul kesan hukum tumpul ke atas, tajam ke bawah,” tegasnya.

Baca Juga!  Polres Lahat Kembali Tangkap Terduga Bandar Ganja

Menurut Dedi, angka Rp28 miliar bukan nilai kecil. Itu uang rakyat. Itu anggaran kesehatan. Itu menyangkut pelayanan publik. Ketika proses hukum berjalan lamban, ruang spekulasi pun terbuka lebar.

Sementara itu, komentar yang lebih satir datang dari Praktisi Hukum Bakrun Satia Darma SH MH. Ucapannya singkat, namun menyisakan tanda tanya panjang.

“Mungkin dia lelah.”

Kalimat pendek itu terdengar ringan. Tapi dalam konteks penegakan hukum, ia bisa dimaknai sebagai sindiran keras. Lelah karena kompleksitas perkara? Lelah karena tekanan? Atau lelah karena tarik-menarik kepentingan?

Di sisi lain, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lahat, Rio Purnama SH, MH, memastikan proses masih berjalan.

Baca Juga!  Gerak Cepat Kapolsek Pulau Pinang dan BPBD Lahat Padamkan Api Kawasan Tebingan

“Perkara dugaan korupsi Alkes RSUD Lahat tahun 2024 masih dalam pendalaman oleh tim penyidik. Perkembangannya akan kami sampaikan kepada media. Kami profesional dan akuntabel. Tidak ada upaya menutup-nutupi. Kami tidak akan pandang bulu.”

Pernyataan itu tentu menjadi komitmen resmi institusi. Namun di tengah tingginya ekspektasi publik, transparansi bukan lagi pilihan—melainkan kewajiban moral.

Kasus ini kini bukan sekadar perkara hukum. Ia telah menjadi barometer kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum di Bumi Seganti Setungguan. Publik menunggu kepastian, bukan sekadar proses. Menunggu keberanian, bukan hanya pernyataan.

Apakah kasus ini benar-benar akan berujung pada penetapan tersangka? Ataukah akan menguap perlahan di lorong birokrasi? Lahat menanti. Dan kepercayaan publik sedang dipertaruhkan.***IRWAN

Share :

Baca Juga

Hukum & Kriminal

Geledah Kamar, Satreskoba Polres Lahat Sita BB Lebih 4 Kg Narkoba

Hukum & Kriminal

Polres Lahat Gerebek Tiga Lokasi Diduga Peredaran Narkoba. Ini Jumlah BBnya

Hukum & Kriminal

Ciduk Pria Ini, Transaksi Sabu Digagalkan Satreskoba Polres Lahat

Hukum & Kriminal

Bongkar Pintu Rumah, Curat Rp.66,6 Juta Ditangkap Polsek Pajar Bulan Lahat di Bengkulu

Hukum & Kriminal

Wanita Terduga Pengedar Sabu di Kikim Ditangkap Satreskoba Polres Lahat

Hukum & Kriminal

Tersangka Digeledah Polisi Sita 30 Paket Sabu di Lahat Selatan

Hukum & Kriminal

Polsek Kikim Timur Lahat Ops Sikat Musi II Ciduk Buronan Curanmor

Hukum & Kriminal

Puluhan Paket Ganja Diamankan Satreskoba Tangkap Tersangka di Kikim Selatan
error: Content is protected !!