LAHAT SUMSEL, MLCI – Informasi dihimpun, warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Kikim Selatan terpaksa beli gas LPG 3 Kg dengan harga yang melambung hingga Rp 60 ribu per tabung.
“Kami terpaksa beli, kalau tidak bagaimana bisa masak untuk sehari-hari,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya. Sabtu, (04/04).
Ironisnya, di pangkalan resmi pun harga masih jauh dari kata wajar. Warga mengaku harus merogoh kocek sekitar Rp30 ribu per tabung—itu pun dengan antrean panjang yang melelahkan.
“Silakan aparat pemerintah Kabupaten Lahat dan aparat penegak hukum turun langsung ke Kikim Selatan. Di pangkalan saja kami sudah antre, harga masih Rp30 ribu,” keluhnya.
Situasi ini memunculkan dugaan adanya permainan oknum yang sengaja mengambil keuntungan di tengah penderitaan masyarakat.
Warga menilai, ada rantai distribusi yang tidak beres hingga harga gas subsidi bisa melonjak hampir dua kali lipat di tingkat pengecer.
“Sekarang memang sudah turun, dari Rp60 ribu jadi Rp40 ribu. Tapi kami tidak tahu mana harga sebenarnya. Yang kami dengar tidak semahal ini,” tambahnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Mereka mendesak adanya pengawasan ketat dan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang diduga mempermainkan distribusi gas subsidi.***DAR

