Home / Sumatera Selatan

Minggu, 10 Maret 2024 - 00:01 WIB

Saat Sertijab Kapolsek, Api Berkobar Satu Bor Ilegal Meledak di Musi Banyuasin

Release SMSI Sumsel –

MUSI BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Diduga gara- gara tiang steger penyedot minyak roboh yang mengakibatkan meledaknya sebuah sumur minyak di Desa Kemang Kecamatan Sanga Desa Kabupaten Musi Banyuasin pada Kamis 7 Maret 2024 api mulai berkobar.

Api tersebut sempat membesar dan baru bisa dijinakkan keesokan harinya Jumat 8 Maret 2024 sekitar pukul 17.00 Wib.

Informasi yang dihimpun media ini,  sumur minyak terbakar itu merupakan milik Arsa warga Desa Kemang, informasi lebih lanjut tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Namun ini merupakan kado buat Iptu Nirwan sebagai Kapolsek  Sanga Desa yang baru saja dilantik,  mampukah dia mengungkap kasus ini, siapa pelaku, pemilik lahan dan pekerja lainnya.

Yang justru menimbulkan banyak pertanyaan ditengah masyarakat, terpantau tidak adanya police line di lokasi  paska kejadian yang harusnya menandai adanya proses hukum atas adanya peristiwa terbakarnya sumur bor ilegal tersebut.

Baca Juga!  PT. TBP Salurkan 200 Paket Sembako Kepada Warga 3 Desa Terdampak Banjir

Tak tanggung-tanggung,  api nya sempat menghebohkan warga setempat selama dua hari.

Menurut penuturan salah seorang warga yang tak ingin disebutkan namanya dalam pemberitaan ini, saat kejadian  terlihat ada aparat yang kesana namun setelah itu pergi dengan begitu saja, tampak seperti sedang meninjau saja, sungguh ironis.

“Iya memang ada kebakaran sumur minyak di Kemang, Kamis kemarin dan Jumat baru berhasil dipadamkan, ada aparat kesini tapi tak berselang lama pergi lagi, kami saja heran,”beber  AG warga masyarakat kepada awak media, Minggu (10/03/2024).

Menurut dia, usaha pengeboran minyak saat ini, meski masih berlabel ilegal sudah terbilang enak dan enjoy untuk dijalani. Hal ini terlihat dari sejumlah insiden meledaknya sumur bor dan kebakaran pemilik tak perlu merasa was-was atau khawatir akan ditangkap aparat penegak hukum.

“Kalau gak ada korban, amanlah untuk saat ini. Kan bisa kita lihat banyak kejadian kebakaran pemilik Nya tidak ditangkap,yang sudah-sudah begitu semua”pungkasnya.

Baca Juga!  Komitmen PTBA, Per Juni 2022 Telah Tanam 1,33 Juta Pohon di Areal Reklamasi

Sementara AS, warga lainnya mengatakan saat dirinya dulu masih menjadi pemain minyak selalu siaga untuk kabur jika ada kejadian kebakaran. Karena pemilik boran dan pemilik lahan akan dikejar dan ditangkap aparat kepolisian jika terjadi insiden.

“Sekarang enak, gak kayak dulu meski terjadi kebakaran begitu api padam lahannya bisa diambil lagi. Beda dengan dulu, lokasi kebakaran dipagar police line dan pemiliknya dikejar,”ujarnya mengenang masa lalu.

Sementara itu, Kapolres Muba AKBP Imam Safe’i S.ik. M.Si begitu dikonfirmasi Via Wa Pribadinya hingga berita ini ditayangkan belum juga memberikan tanggapan.

Hal senada dilakukan untuk oleh Kapolsek Sanga Desa IPTU Nirwan Haryadi, SH juga dikonfirmasi wartawan media ini Via Wa belum memberikan tanggapan apa pun.***

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Perbincangan Hangat Seputar Jalur Penerimaan Siswa Baru di SMA Negeri 2

Kabupaten Lahat

Unggahan Tentang Seleksi Masuk SMAN 1 Lahat Viral di Media Sosial

Sumatera Selatan

SKK Migas dan KKKS Sumsel Gelar Kompetisi dan Workshop Media 2026, Umumkan Pemenang Anugerah Jurnalistik Hulu Migas

Sumatera Selatan

5 Inovasi Unggulan Pelayanan Hukum, Kejari Musi Rawas Gelar JAKUMDU

Kabupaten Lahat

Penyelesaian Kompensasi Ganti Rugi Lahan dan Lahan Pengganti Plasma PT Aditarwan Bahas Pembayaran dan Kemitraan

Kabupaten Lahat

Wabup Lahat Hadiri Tasyakuran Kelulusan Siswa Kelas VI SD Negeri 13 Lahat Tahun Pelajaran 2025-2026

Kabupaten Lahat

Rapat Koordinasi Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat di Sekitar Wilayah Operasi PT Sawit Mas Sejahtera

Kabupaten Lahat

Pelaksanaan Pengamatan Praktik Kinerja Kepala Sekolah SD Negeri Kikim Barat Sebagai Langkah Evaluasi Kepemimpinan Pembelajaran
error: Content is protected !!