Home / Peristiwa

Minggu, 17 Desember 2023 - 14:38 WIB

Harda Belly Aktivis Sumsel Meminta PJ Bupati Lahat Mengevaluasi Kinerja Seluruh Kepala Dinas Dan Camat Di Kabupaten Lahat Menjelang Pileg

Jurnalis : Herlan Nudin

Jakarta – MLCI – Koordinator aktivis Sumsel-Jakarta, Harda Belly, meminta penjabat (Pj) bupati Lahat Muhammad Farid mengevaluasi kinerja seluruh kepala dinas dan camat di Kabupaten Lahat. Menurutnya, hal itu penting untuk mempercepat pembangunan Kabupaten Lahat.

“Hal pertama yang harus dilakukan Pj bupati Lahat adalah mengevaluasi jajaran anak buahnya dari kepala dinas sampai camat,” kata Harda dalam keterangannya, Minggu (17/12/2023).

“Hal itu penting dilakukan untuk menilai dan mengetahui apa yang sudah dilakukan anak buahnya itu dan sebagai dasar untuk mengambil kebijakan dalam menjalankan tugas sebagai Pj bupati,” imbuhnya.

Selain itu, Harda menyoroti soal banyaknya keluarga kepala dinas dan camat yang mengikuti kontestasi Pemilu 2024.

Baca Juga!  Sejumlah Aktivis dan Media Akan Mengelar Aksi Damai Di PN Lahat

Pj bupati Lahat diminta mengambil tindakan tegas dengan mencopot kepala dinas dan camat yang punya keluarga ikut kontestasi Pemilu 2024.

“Kepala dinas dan camat yang punya keluarga yang ikut kontestasi Pemilu 2024 harus dipecat. Hal itu untuk menghindari konflik kepentingan dan netralitas ASN di Kabupaten Lahat,” jelasnya.

Harda meminta Pj bupati tidak hanya memberikan arahan kepada semua ASN untuk netral pada Pemilu 2024. “Pj bupati sudah memberikan arahan pada apel pertama agar ASN netral untuk Pemilu 2024 jadi kalau ada keluarga kepala dinas dan camat yang jadi Caleg harus ditindak tegas dengan dipecat sebagai anak buahnya,” tuturnya.

Harda menyebut salah satu istri anak buah Pj bupati yang menjadi Caleg yaitu Sekda. Menurutnya, Sekda bisa saja menyalahgunakan wewenangnya atau menggunakan fasilitas Pemkab Lahat untuk kepentingan kampanye istrinya.

Baca Juga!  Warga Kota Lahat Bergotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

“Istri Sekda itu nyalon DPRD jadi sangat dimungkinkam kalau Sekda menggunakan fasilitas Pemkab Lahat atau pengaruhnya untuk kampanye istrinya itu,” ucapnya.

“Kalau Pj benar-benar punya komitmen untuk menjaga netralitas ASN maka Sekda harus dicopot dan termasuk kepala dinas lain dan camat yang punya keluarga Nyaleg juga,” tegasnya.

Harda mengingatkan Pj bupati Lahat bahwa tidak punya waktu lama dalam bekerja memajukan Lahat.

“Pj bupati cuma punya waktu paling tidak setahun dalam menjalankan tugas negara untuk memajukan Lahat apalagi setiap tiga bulan,dievaluasi oleh Mendagri” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Peristiwa

SD Negeri 13 Lahat Raih 7 Piala di Lomba Marching Band HUT ke-157 Kabupaten Lahat

Peristiwa

Bantuan Revitalisasi Sekolah Tahun 2026: 13 SD di Kabupaten Lahat Masuk Daftar, 2 Sekolah Segera Lengkapi Dokumen

Peristiwa

Klarifikasi Kepala Desa Pagar Jati Terkait Video Viral: Penyaluran Bantuan Sesuai Aturan Dan Syarat Berlaku

Peristiwa

Jalan ke Manna Tertutup Longsor, Polres Lahat Monitoring Intensif di Tanjung Sakti

Peristiwa

Heboh Minibus Terjun Sungai Lematang, BPBD dan Dishub Lahat Respon Cepat Evakuasi

Peristiwa

Ruang Kelas Dan WC SD Di Kabupaten Lahat, Perlu Perhatian Serius Pemerintah

Peristiwa

Anggota DPRD Daerah Pemilihan 1 Kecamatan Lahat Gelar Reses Tahap II Tahun 2026 Di Tiga Tempat Berbeda

Kabupaten Lahat

Reses Anggota DPRD Dapil 1 Kecamatan Lahat Kota, SD Negeri 25 Lahat Butuh Perbaikan
error: Content is protected !!