Home / Sumatera Selatan

Kamis, 8 Mei 2025 - 14:50 WIB

Dinding Penyangga Mulai Runtuh, Jembatan Ini Menunggu Roboh

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Pantauan awak media, terlihat jelas kondisi jembatan di ruas jalan ke PAM yang berada antara RW 07-RW 08 Kelurahan Betung Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin saat ini tinggal menunggu ambrolnya saja. Kamis (8/5)

Sebab, dinding penyangga badan jembatan itu runtuh usai diterjang derasnya air hujan di malam tanggal 23 April 2025 lalu.

Terancam ambrolnya jembatan itu lantaran lehong alias dinding pada penyangga badan jembatan telah runtuh dan posisi badan jembatan itu saat ini tinggal menempel pada bagian tanah.

“Jika dilintasi oleh kendaraan roda empat atau roda enam sekalipun dalam kondisi kosong dipastikan tidak mampu menahan beban dan langsung ambrol,” jelas H Suginen kepada wartawan dikediamannya.

Mantan Kadus diera Betung masih jadi Desa saat ini berubah status Desa jadi Kelurahan menjelaskan badan jembatan itu mulai terlihat runtuh dinding penyangganya itu akibat derasnya air hujan.

Bukan hanya itu, ketika itu airnya sampai meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa, selain mengancam ambrolnya jembatan itu juga terjadi ada satu unit mobil minibus yang nekat menerobos genangan air dijalan Bima Sakti yang akhirnya terhanyut, masih beruntung ditepian jalan itu ada pagar dari batang pinang, hingga minus itu nyangkut di batang itu.

Bukan hanya itu lanjut H Suginen, banjir pada malam 23 April 2025, mengakibatkan belasan rumah warga ikut terendamnya, banyak hewan ternak dan perabot milik warga yang terdampak ikut hanyut dan entah sampai dimana barang-barang dan hewan ternaknya saat itu, jelasnya.

Masih menurut pelaku sejarah di Kelurahan Betung membeberkan jika jembatan itu tidak segera di lakukan perbaikan kalau ambrol sudah pasti, jika ada hujan deras lagi dan luapan airnya tinggi serta deras aliran airnya jembatan itu pasti langsung roboh, tukasnya.

Via WhatsApp dikonfirmasi Ketua RT 19 Betung Rollis terkait dengan runtuhnya dinding penyangga di jembatan itu. pihaknya langsung laporkan ke Kantor Lurah Betung, karena dari jembatan itu dalam kondisi sangat menghawatirkan, tak hanya kendaraan R4 atau R6 yang terancam untuk pengendara R2 pun bisa jadi korbanya sebab dinding pondasi penyangga badan jembatan itu sudah runtuh.

Baca Juga!  Semarakkan Syiar Islam, PTBA Gelar Lomba Bernuasa Keagamaan

“Saat itu, hujan diperkirakan dari pukul 10.00 Wib dan mulai reda sekitar pukul 12.00 Wib. Belasan rumah warga disekitaran aliran air tersebut terendam, bahkan ada satu unit kendaraan nyaris dibawa arus jika tidak tersangkut di pohon pinang,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada dinas terkait untuk segera turun lokasi, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. ‘Kami berharap, jembatan itu segera di perbaiki, agar dapat digunakan sebagai mobilitas warga sehari hari dan jangan menunggu ada korban, sekalipun sudah dipasang rambu-rambu”, tegasnya.

Terkait dengan permasalahan tersebut, Plt Kepala Dinas PU PR Banyuasin Ir H M Riyan Aditia Saputra ST MM IPM ASEAN Eng melalui Kabid Bina Marga Ir Edi Sarwono ST MSI IPM ASEAN Eng saat itu dikonfirmasi menyarankan agar Pemerintah setempat buat surat permohonan kepada Bupati Banyuasin.

“Saya harapkan secepatnya dibuat surat usulan kepada Bupati juga ditembuskan kepada PU PR dan DPRD Banyuasin, nanti kami cek ke lokasi,” janji Edi.(**) jembatan di ruas jalan ke PAM yang berada antara RW 07-RW 08 Kelurahan Betung Kecamatan Betung Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan saat ini tinggal menunggu ambrolnya saja, karena dinding penyangga badan jembatan itu runtuh usai diterjang derasnya air hujan di malam tanggal 23 April 2025 lalu.

Terancam ambrolnya jembatan itu lantaran lehong alias dinding pada penyangga badan jembatan telah runtuh dan posisi badan jembatan itu saat ini tinggal menempel pada bagian tanah, jika dilintasi oleh kendaraan R4 atau R6 sekalipun dalam kondisi kosong dipastikan tidak mampu menahan beban dan langsung ambrol, kata H Suginen kepada wartawan dikediamannya beberapa waktu yang lalu.

Mantan Kadus diera Betung masih jadi Desa saat ini berubah status Desa jadi Kelurahan menjelaskan badan jembatan itu mulai terlihat runtuh dinding penyangganya itu akibat derasnya air hujan.

Bukan hanya itu, ketika itu airnya sampai meluap hingga setinggi pinggang orang dewasa, selain mengancam ambrolnya jembatan itu juga terjadi ada satu unit mobil minibus yang nekat menerobos genangan air dijalan Bima Sakti yang akhirnya terhanyut, masih beruntung ditepian jalan itu ada pagar dari batang pinang, hingga minus itu nyangkut di batang itu.

Baca Juga!  Pemkab dan Kejari Bersama SMSI OKU Selatan Gelar Pembekalan Hukum dan Sosialisasi KEJ

Bukan hanya itu lanjut H Suginen, banjir pada malam 23 April 2025, mengakibatkan belasan rumah warga ikut terendamnya, banyak hewan ternak dan perabot milik warga yang terdampak ikut hanyut dan entah sampai dimana barang-barang dan hewan ternaknya saat itu, jelasnya.

Masih menurut pelaku sejarah di Kelurahan Betung membeberkan jika jembatan itu tidak segera di lakukan perbaikan kalau ambrol sudah pasti, jika ada hujan deras lagi dan luapan airnya tinggi serta deras aliran airnya jembatan itu pasti langsung roboh, tukasnya.

Via WhatsApp dikonfirmasi Ketua RT 19 Betung Rollis terkait dengan runtuhnya dinding penyangga di jembatan itu. pihaknya langsung laporkan ke Kantor Lurah Betung, karena dari jembatan itu dalam kondisi sangat menghawatirkan, tak hanya kendaraan R4 atau R6 yang terancam untuk pengendara R2 pun bisa jadi korbanya sebab dinding pondasi penyangga badan jembatan itu sudah runtuh.

“Saat itu, hujan diperkirakan dari pukul 10.00 Wib dan mulai reda sekitar pukul 12.00 Wib. Belasan rumah warga disekitaran aliran air tersebut terendam, bahkan ada satu unit kendaraan nyaris dibawa arus jika tidak tersangkut di pohon pinang,” jelasnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada dinas terkait untuk segera turun lokasi, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut. ‘Kami berharap, jembatan itu segera di perbaiki, agar dapat digunakan sebagai mobilitas warga sehari hari dan jangan menunggu ada korban, sekalipun sudah dipasang rambu-rambu”, tegasnya.

Terkait dengan permasalahan tersebut, Plt Kepala Dinas PU PR Banyuasin Ir H M Riyan Aditia Saputra ST MM IPM ASEAN Eng melalui Kabid Bina Marga Ir Edi Sarwono ST MSI IPM ASEAN Eng saat itu dikonfirmasi menyarankan agar Pemerintah setempat buat surat permohonan kepada Bupati Banyuasin.

“Saya harapkan secepatnya dibuat surat usulan kepada Bupati juga ditembuskan kepada PU PR dan DPRD Banyuasin, nanti kami cek ke lokasi,” janji Edi.(Release Humas SMSI Banyuasin)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Puncak Syukur 90 Tahun TK–SD Santo Yosef Lahat: Bertumbuh dalam Kasih, Berbuah Dalam Karya

Kabupaten Lahat

KUA Lahat Tinjau dan Ukur Masjid Darul Falah, Percepat Pengajuan Akta Ikrar Wakaf

Kabupaten Lahat

SD Negeri 20 Lahat Gelar Upacara dan Penyerahan Hadiah Perlombaan Memperingati HUT RI ke-81

Kabupaten Lahat

Posyandu Lansia Desa Giri Mulya Berjalan Optimal, Pemdes dan Puskesmas Senabing Bersinergi Jaga Kesehatan Warga

Sumatera Selatan

Makan Korban, Mobil Angkutan Terguling di Proyek Jalan Mangkrak

Sumatera Selatan

Herman Deru Harusnya Malu, Proyek Jalan Simpang Raja Ditinggal Pemborong

Kabupaten Lahat

Semarak HUT RI ke-81, 190 Satuan Pendidikan Meriahkan Lomba PBB dan Drumband/Marching Band Berjalan Lancar

Kabupaten Lahat

20 Tahun Menanti, Sertifikat Warga Desa Giri Mulya yang Hilang Kini Mulai Diserahkan
error: Content is protected !!