LAHAT SUMSEL, MLCI – Sejak armada tronton yang melintas dijalan Negara membawa batubara dengan jumlah hingga 30 ton lebih, masyarakat Kabupaten Lahat mulai merasakan sengsara.
“Masyarakat Kabupaten Lahat merasakan sengsara mulai dari sering terjadinya kemacetan total berjam-jam, debu hingga lumpur depan rumah warga khusunya Kecamatan Merapi Timur,” jelas aktifis Sumatera Selatan, Amrullah. Senin (11/11/2024).
Dikatakannya, bulan lalu Ia sudah membuat bukti tayangan video di Desa Tanjung Jambu Kecamatan Merapi Timur saat pagi hari ketika malam usai hujan.
“Ditayangan video tersebut, terlihat lumpur hitam akibat batubara yang jatuh dari mobil lalu disiram hujan dan dilindas ban mobil hingga lari ke pinggir jalan dan ada juga mengalir ke halaman rumah warga,” sambung Amrullah.
Hal itu, terangnya, dampak akibat aktifitas tambang serta transportir Kabupaten Lahat yang tidak memperdulikan kesehatan serta sosial budaya yang ada di Kecamatan Merapi Timur.
Menurut warga Desa Tanjung Jambu, jika siang atau sore hari lumpur hitam tersebut menggering dan menjadi debu yang mengandung racun B3.
“Semoga pemerintah dapat mengambil tindakan yang lebih jelas. Sebab hal ini terjadi akibat pemerintah sebelumnya yang tidak tegas hanya mengambil dan menggeruk keuntungan saja,” pungkas Amrullah. (D4F)

