LAHAT SUMSEL, MLCI – Bupati Lahat, H Bursah Zarnubi SE menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi terhadap inisiatif panitia pelaksana Hari Santri 2025 yang akan dirangkai dengan Doa Bersama untuk Kemerdekaan Palestina.
Dikatakannya, kegiatan tersebut bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga gerakan moral kemanusiaan yang memiliki makna mendalam bagi umat manusia di seluruh dunia.
“Saya mendapatkan laporan dari panitia bahwa momen Hari Santri tahun ini akan digabungkan dengan doa bersama untuk kemerdekaan Palestina. Saya sangat setuju dan sangat mendukung kegiatan ini,” jelas Bupati. Senin (20/10).
Penderitaan rakyat Palestina yang telah dijajah sejak tahun 1948 merupakan luka kemanusiaan yang harus menjadi perhatian dunia.
“Palestina sudah lama dijajah, sejak tahun 1948 sampai sekarang. doa-doa yang kita panjatkan semoga membuka lapisan langit ketujuh dan Allah mengabulkan doa bangsa-bangsa di dunia untuk kemerdekaan Palestina. Ini adalah perjuangan manusia yang paling bersejarah,” terangnya.
Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama kegiatan berlangsung pada 22 Oktober 2025 mendatang.
“Yang penting nanti pelaksanaannya tertib, teratur, dan kondusif. Jangan sampai ada sampah berserakan. Sampaikanlah pidato kemanusiaan yang menyentuh hati,” pesannya.
Selain itu, ia mengapresiasi kerja keras panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam mempersiapkan acara besar tersebut.
“Saya mengapresiasi upaya panitia yang luar biasa. Di tengah isu-isu global yang berkembang, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat Lahat peduli dan tidak apatis terhadap penderitaan sesama manusia. Pemerintah Kabupaten Lahat siap mendukung secara optimal agar acara ini berjalan sukses dan lancar,” tegas Bursah.
Kegiatan Hari Santri dan Doa Bersama untuk Palestina di Kabupaten Lahat diharapkan menjadi simbol nyata kepedulian umat terhadap perdamaian dunia suara dari Lahat yang menggema hingga ke Gaza, membawa pesan bahwa kemerdekaan Palestina adalah bagian dari perjuangan kemanusiaan seluruh umat manusia.*** Herlan









