Home / Sumatera Selatan

Senin, 9 Oktober 2023 - 04:13 WIB

Budidaya Kaliandra Merah, PTBA Kembangkan Energi Biomassa

Barab Dafri –

MUARA ENIM SUMSEL, MLCI – Melakukan budidaya kaliandra merah, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembangkan sebagai biomassa. Hal ini ditandai dengan Soft Launching Reklamasi Bentuk Lain untuk Pengembangan Budidaya Kaliandra Merah di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, Senin (09/10/2023).

Kaliandra merah tersebut nantinya akan diolah menjadi wood pellet, bahan bakar campuran batu bara (cofiring) di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arsal Ismail mengungkapkan, budidaya kaliandra merah merupakan salah satu langkah PTBA dalam mendukung transisi energi demi mencapai target Net Zero Emission pada 2060 yang ditetapkan Pemerintah.

Baca Juga!  SD Negeri 32 Lahat Gelar Pelepasan Perpindahan Tugas Guru & Pengumuman Kelulusan: Menggenggam Kenangan, Menatap Masa Depan

“PTBA terus menjalankan transformasi untuk mewujudkan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan. Kaliandra merah diharapkan dapat menjadi sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Selaras dengan kebijakan Pemerintah mengenai pengurangan emisi,” kata Arsal.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rafli Yandra menerangkan bahwa tanaman kaliandra merah dipilih karena kayunya memiliki nilai kalor yang tinggi, pertumbuhannya cepat, mudah tumbuh pada berbagai kondisi, serta cepat bertunas.

Baca Juga!  Pengurus SMSI Lubuk Linggau Resmi Dilantik, Ini Pesan Pj Walikota

“Kaliandra merah juga menyerap karbon dari udara untuk memproduksi biomassa. Dengan mencampurkan biomassa dan batu bara, maka emisi dapat dikurangi,” ujar Rafli.

Dalam budidaya kaliandra merah, PTBA melibatkan tim peneliti dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.

Penanaman kaliandra merah di atas lahan seluas 80 hektare (ha) ini berpotensi mengurangi emisi karbon sebesar 119,18 ton/ha/tahun. Selain itu juga menjadi penyimpan biomassa sebesar 11.805 ton untuk dijadikan wood pellet dengan kalori berkisar 4.500-4.700 kcal/kg, yang diharapkan bisa digunakan untuk cofiring PLTU. ***

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

HIMBAUAN PENGGUNAAN MASKER DI LINGKUNGAN SEKOLAH, DISDIKBUD LAHAT TERBITKAN SURAT EDARAN

Kabupaten Lahat

PT Bara Selaras Resources Tegaskan Komitmen Penuh Terapkan Good Mining Practice Dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Sumatera Selatan

Diduga Tak Profesional, Proyek CSR Belasan Miliyar di Simpang Raja “Kacau Balau”

Kabupaten Lahat

KEPALA MAN 1 LAHAT LANTIK PENGURUS OSIM PERIODE 2026–2027, TANAMKAN SEMANGAT KEPEMIMPINAN DAN AMANAH

Kabupaten Lahat

Kombel SDN 5 Lahat: Penguatan Kompetensi Guru Wujudkan Pembelajaran Bermakna Bagi Siswa

Sumatera Selatan

Masa Bhakti 2026-2029, Pengurus Daerah 8 Kab/Kota Dilantik Ketua SMSI Sumsel

Kabupaten Lahat

Tutup Tps Rt 20 Talang Jawa Selatan Menuai Perdebatan Di Medsos

Kabupaten Lahat

Bimtek Literasi Numerasi & Pemanfaatan Dana Bosp Kinerja Terbaik Gugus 4 Digelar Di Sdn 23 Lahat
error: Content is protected !!