LAHAT SUMSEL, MLCI – Belum genap empat bulan proyek pemeliharaan periodik jalan lintas Desa Cempaka Sakti hingga Desa Kencana Sari Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat belum dinyatakan selesai.
Namun jembatan yang ada diantara Desa Suka Makmur dan Sukoharjo yang menjadi bagian dari proyek senilai Rp19 miliar yang bersumber dari APBD 2025 tersebut kini berada di ambang kehancuran, Kamis (04/05).
Proyek perbaikan jalan dan jembatan yang dikerjakan oleh CV Rezeki Raya Abadi ini menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Secara kasat mata, kondisi jembatan terlihat kokoh dan rapi.
Namun, fakta berbeda justru tampak pada bagian bawah struktur jembatan, di mana ditemukan kemiringan serta retakan besar yang menjalar di berbagai sisi. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga yang setiap hari melintasi jembatan tersebut.
“Kami sebagai warga sangat khawatir. Kalau dilihat dari atas memang sangat kokoh, tapi begitu lihat ke bawah, jembatannya sudah miring dan banyak retakan. Kami takut jembatan ini tidak akan bertahan lama,” ujar Masno warga yang melintas.
Ia menilai kerusakan yang terjadi dalam waktu singkat ini, terlebih saat proyek masih dalam masa pemeliharaan, menunjukkan adanya kegagalan fungsi konstruksi.
“kami berharap agar jembatan ini segera diperbaiki oleh pihak yang bertanggung jawab, jangan sampai setelah rusah atau bahkan sudah jatuh korba baru bertindak,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Cempaka Sakti SP 1 Palembaja, Muslih Abdullah saat dikonfirmasi menjelaskan jembatan tersebut bukan di antara Desa Cempaka Sakti dan Kencana Sari.
“Memang jembatan itu satu paket dengan perbaikan jalan di area kami, namun jembatan yang dimaksud ada di antara SP 2 dan SP 3, bukan di daerah kami, ” Terang Muslih.***IRWAN









