Home / Peristiwa

Jumat, 30 Oktober 2020 - 14:18 WIB

Sungai Kungkilan Merapi Barat Kembali Meluap Bercampur Lumpur

Jurnalis Prima – Red Barab Dafri. FR

LAHAT SUMSEL, MLCI – Hujan di Desa Muara Maung, Kecamatan Merapi Barat tadi pagi Jum’at (30/10/2020) tampak perkampungan yang dikelilingi perusahaan pertambangan batu bara tersebut kembali terendam banjir air bercampur lumpur.

Salah seorang pemuda Desa Muara Maung Apriansyah (21) mengaku terkejut dengan kondisi banjir bercampur lumpur, ketika dirinya hendak pulang dari kerja di simpang salah satu akses jalan menuju ke perusahaan tambang batu bara.

“Saat saya hendak pulang dari jaga di simpang terlihat sungai kungkilan meluap dan mengenangi satu rumah setinggi diatas mata kaki orang dewasa,serta beberapa perkarangan rumah warga,” jelasnya.

Luapan ini, sambungnya, bukan pertama pada bulan oktober, sebelumnya tanggal 20 pernah terjadi luapan yang juga membawa lumpur turut mengenangi kolam ikan milik salah satu warga Desa Muara Maung.

“Memang semalam itu terjadi hujan agak deras sih tapi menurut saya jika vegetasi tumbuhan di sekitar kanan kiri sungai masih ada dan terawat curah hujan seperti semalam itu belum tentu akan membuat luapan sungai kungkilan,” terangnya.

Karena banyaknya aktivitas pertambangan batu bara di hulu sungai kungkilan dan tidak dipertahankanya vegetasi tumbuhan di kanan kiri sungai kungkilan membuat air hujan langsung ke sungai karena air tidak ada yang meresap lagi.

Baca Juga!  Yulius Maulana Calon Bupati Lahat Do'akan Devina dan Gagas Menjadi Keluarga Sakinah Mawadah Warohmah

Pria berambut keriting ini juga menyerukan kepada pihak perusahaan agar dalam aktivitasnya menambang harus juga memperhatikan lingkungan sekitar tambang, karena jika tidak maka yang jadi korban itu warga desanya.

“Jangan bisanya ngambil hasil bumi kami saja dampak lingkungan nya juga harus dipertanggung jawabkan oleh perusahaan, perusahaan selalu mengelak hal-hal seperti ini contohnya sudah ada luapan sungai kungkilan pada desember tahun lalu sampai saat ini keempat perusahaan belum mengganti rugi lahan,rumah dan kebun warga yang terendam lumpur,” tegas Apriansyah.

Sementara Supran Suki (67) warga yang sama di Desa Muara Maung, mengungkapkan rumahnya lagi lagi menjadi korban luapan sungai kungkilan, sekitar sepuluh hari yang lalu sungai kungkilan mengenangi kediamannya dan hari ini itu terjadi lagi.

“Dalam bulan oktober ini Sungai Kungkilan telah dua kali merendam rumah saya sehingga membuat saya dan keluarga cemas, istri saya masih trauma karena waktu luapan sungai kungkilan pada Desember 2019 lalu cucu saya hampir menjadi korban karena telah tenggelam dalam luapan itu beruntung waktu itu cucu saya yang paling tua melihat adeknya tenggelam yang hanya terlihat rambutnya saja,” bebernya.

Baca Juga!  Penghargaan The Global Emerging Leader 2022 Berhasil Diraih Dirut PTBA Arsal Ismail

Supran melanjutkan, bahwa kecemasannya sampai saat ini kepada empat perusahaan yang beraktivitas di hulu Sungai Kungkilan masih melakukan aktivitasnya seperti biasa, saya menduga rusaknya fungsi sungai kungkilan akibat dari aktivitas tambang batu bara di hulu sungai kungkilan.

Belum lagi luapan sungai kungkilan pada desember tahun lalu yang banyak membawa lumpur hingga merendam rumah, kebun, lahan pertanian dan kolam ikan warga Desa Muara Maung sampai saat ini belum ada kejelassan akankah warga diganti rugi sesuai dengan kerugian yang dalami warga tersebut. Perusahan terkesan acuh akan dampak lingkngan yang telah mencemari lingkungan desanya.

“Luapan sungai kungkilan hari ini bukan saja merendam rumah saya akan tetapi juga merendam jalan setapak menuju lahan pertanian warga desa muara maung, jika terus terjadi luapan sungai kungkilan bukan tidak mungkin jalan itu menjadi putus karena arus luapan melintasi yang mengakibatkan jalan itu longsong,” lugas Supran.***

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Dr. Hasperi Susanto Terpilih Jadi Ketua IKASELA Periode 2026–2030, Berikut Pesannya

Peristiwa

Jalan Hauling PT. ALR Tuai Polemik, Berikut Permintaan Masyarakat Dua Desa Merapi Timur

Peristiwa

Diduga CV. LKL Pungli Ke Pedagang Kaki Lima, Pemkab Lahat Akan Tindak Tegas

Peristiwa

Selesai Monev : Pemdes Ulak Mas, BPD Dan Tokoh Masyarakat Gelar Tasyakuran Di Bendungan (Embung) Desa

Kabupaten Lahat

Monev Tim Tripika : Bangunan SPAL DD Tahap 2 Desa Giri Mulya Di Puji Camat Lahat

Kabupaten Lahat

Banyaknya Keluhan Masyarakat Tentang RSUD Lahat, Komisi IV DPRD Kabupaten Lahat Adakan Sidak. Berikut Temuannya

Peristiwa

Tingkatkan Kualitas Pendidikan Anak Usia Dini, Disdikbud Lahat Gelar Kegiatan Pembinaan Karakter Dan Pengembangan Kompetensi Dasar Pendidikan Bagi Guru Paud

Peristiwa

Digerebek Tim Walet Polres Lahat, Pengedar Narkoba Ini Sempat Buang BB
error: Content is protected !!