LAHAT SUMSEL, MLCI – Penangkapan pengguna dan pengedar narkotika di Kabupaten Lahat yang selalu masuk dalam deretan pemberitaan tiap bulan bahkan tiap minggu tayang di media online menuai tanggapan masyarakat.
Warga Lahat Tengah, Dedi kepada awak media sangat mengapresiasi kinerja aparat penegak hukum yang menunjukkan konsisten dalam mengungkap kasus tindak pidana narkotika. Senin (06/04).
“Namun di sisi lain, masifnya penindakan tersebut justru memantik pertanyaan public tentang sejauh mana efektivitas program Lahat Bersinar atau Bersih Narkoba yang telah dicanangkan pemerintah daerah,” sambung Dedi.
Fenomena ini tidak luput dari perhatian masyarakat yang mengungkapkan kegelisahan terhadap situasi belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Masih maraknya penangkapan pengguna dan pengedar itu menandakan bahwa peredaran narkotika di Kabupaten Lahat ini belum bisa dibendung,” tegas Dedi.
Dedi mengaku penindakan yang terus berlangsung seolah menjadi indikator bahwa peredaran narkoba masih memiliki ruang yang cukup luas untuk tumbuh dan beroperasi di Bumi Seganti Setungguan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Gugus Anti Narkotika Nasional (YGANN) Lahat, Rahmat Thamrin, menyampaikan kritik yang lebih tajam terhadap pendekatan yang selama ini dilakukan.
Rahmat menilai, upaya pemberantasan narkoba tidak cukup hanya ditunjukkan melalui angka-angka penangkapan atau kegiatan seremonial.
“Masyarakat tidak butuh seremoni dan rilis angka. Yang dibutuhkan adalah keberanian memutus jaringan, bukan sekadar memotong ranting. Sebab, selama penindakan masih berfokus pada pelaku di lapisan bawah, maka mata rantai peredaran narkotika tidak akan pernah benar-benar terputus,” pungkas Rahmat.***AAN









