Jurnalis : Herlan Nudin
LAHAT, SUMSEL – MLCI – Memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Pemerintah Kabupaten Lahat menggelar ajang bergengsi Lomba Tari Kreasi dan Tari Tradisional Lahat. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Kesenian Lahat pada Selasa (11/08/2026) diikuti oleh 20 kelompok tari yang mewakili jenjang Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta kelompok umum.
Mengusung tema “Mewujudkan Keanekaragaman Budaya dan Keunggulan Daerah Melalui Gerak Tari”, ajang ini tidak hanya menjadi wadah perlombaan semata, melainkan ruang strategis untuk melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempromosikan kekayaan identitas daerah. Para peserta tampil memukau dengan menyajikan tarian tradisional yang dijaga kemurniannya, sekaligus menuangkan gagasan kreatif dalam bentuk tari kreasi yang tetap berakar pada nilai budaya lokal, sehingga tetap relevan dan memikat bagi generasi masa kini.
Kegiatan ini dihadiri Staf ahli bidang kemasyarakatan, kepala Dinas Pendidikan Niel Aldrin SE,M.AP bersama Jajaran, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah/mewakili, pejabat lingkungan Pemerintah Kabupaten Lahat, serta masyarakat luas yang mencintai seni dan budaya.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bukti dukungan nyata terhadap upaya pelestarian budaya, sekaligus menegaskan bahwa seni merupakan sarana pemersatu yang memperkokoh persatuan dan semangat kemerdekaan.
Ketua Pelaksana Lomba Tari Kreasi dan Tari Tradisional, Fiter Gumay, melalui Sekretaris Panitia Aan Kuncai menyampaikan bahwa kegiatan ini disusun dengan tujuan mulia: menjaga kelestarian tarian khas Lahat, menggali potensi seniman muda yang berbakat, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam melalui karya seni yang beradab. “Selain itu, ajang ini kami harapkan dapat menjadi jembatan agar kekayaan budaya Kabupaten Lahat semakin dikenal luas, tidak hanya di lingkungan daerah, namun juga hingga tingkat nasional,” ujarnya.
Sepanjang pelaksanaan, suasana terasa meriah namun tetap khidmat. Irama dan gerak yang ditampilkan para peserta memancarkan semangat persaudaraan yang erat, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui upacara belaka, melainkan juga diwujudkan lewat karya budaya yang menjadi cermin peradaban dan jati diri bangsa.

