Site icon Media Lematang

Sdn 8 Lahat Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila, Tanamkan Semangat Perjuangan Melalui Pengamalan Nilai Luhur

Jurnalis : Herlan Nudin

LAHAT, SUMSEL – MLCI — SD Negeri 8 Lahat menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan berlangsung khidmat di lingkungan sekolah, diikuti seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta para siswa-siswi.

Kepala Sekolah SD Negeri 8 Lahat, Eliza Setyawati S.Pd., M.Pd. bertindak selaku Pembina Upacara menyampaikan amanat yang mengajak seluruh warga sekolah untuk tidak sekadar memperingati tanggal, melainkan mengokohkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan nyata.

“Pancasila bukan hanya dibaca saat upacara atau dihafal semata. Pancasila harus hidup dalam keseharian kita,” tegas Eliza di hadapan seluruh peserta upacara.

Dalam amanatnya, Eliza mengajak para siswa mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur pada peristiwa 30 September 1965, antara lain Jenderal Ahmad Yani, Letnan Jenderal Suprapto, Letnan Jenderal S. Parman, Letnan Jenderal M.T. Haryono, Mayor Jenderal D.I. Panjaitan, Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, serta Kapten Pierre Tendean.

Menurutnya, menghafal nama-nama pahlawan belumlah cukup. Yang terpenting adalah mengambil teladan dari nilai-nilai yang mereka perjuangkan: keberanian, kesetiaan, tanggung jawab, pengabdian, kedisiplinan, dan kecintaan kepada tanah air.

“Kalau dahulu para pahlawan berjuang mempertahankan bangsa, maka perjuangan kalian hari ini adalah belajar dengan sungguh-sungguh. Lawanlah musuh yang ada di dalam diri sendiri: kemalasan, ketidakjujuran, ketidakdisiplinan, dan mudah menyerah,” pesannya.

Eliza juga mengingatkan para pendidik untuk tidak hanya mengejar nilai di atas kertas, melainkan membentuk karakter siswa yang utuh:

– Anak yang pintar namun tidak jujur, belum berhasil

– Anak berprestasi namun tidak menghormati orang lain, belum berhasil

– Anak berilmu namun tanpa akhlak, belum sempurna

Ia mengajak seluruh warga sekolah mengamalkan kelima sila Pancasila melalui perbuatan sederhana: beribadah, saling menghormati, menjaga kerukunan, bermusyawarah, serta berbagi dan berlaku adil kepada sesama.

“Kalian bukan sekadar siswa. Kalian adalah calon pemimpin masa depan — kelak ada di antara kalian yang akan menjadi guru, dokter, pemimpin daerah, hingga pemimpin bangsa. Maka persiapkanlah diri mulai hari ini,” ujarnya penuh harap.

Eliza menutup amanat dengan ajakan untuk belajar, berdoa, berlatih, berdisiplin, berprestasi, serta berakhlak mulia — sebagai bentuk pengabdian nyata meneruskan perjuangan para pahlawan.

Exit mobile version