Site icon Media Lematang

Rakor Tim Mabes TNI, Kapolres Lahat: “Forkompimda Perkuat Sinergi Cegah Karhutla”

LAHAT SUMSEL, MLCI – Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Tim Karhutla Mabes TNI dan Unsur Forkompimda Kabupaten Lahat turut dihadiri Kapolres Novi Edyanto SIK MIK di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Lahat. Selasa (01/09).

Rakor dalam rangka mengantisipasi serta menanggulangi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) itu membahas langkah-langkah pencegahan Karhutla menghadapi musim kemarau yang cukup panjang.

Saat Rakor, Kapolres mengajak seluruh stakeholder untuk bersama-sama merapatkan barisan dan meningkatkan sinergi dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan maupun lahan di wilayah Kabupaten Lahat.

“Bahwa untuk mengantisipasi Karhutla, kami dari Polri juga mendapatkan perintah untuk melakukan penanggulangan kepada masyarakat. Pertama melalui pendekatan dan bimbingan kepada masyarakat, kemudian yang kedua melalui pendekatan hukum,” terang Kapolres.

Ia menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, termasuk Manggala Agni dan pihak lainnya, guna menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.

Selain langkah pencegahan, Polres Lahat juga melakukan penegakan hukum terhadap kasus pembakaran lahan. Saat ini, terdapat tiga perkara yang berpotensi berkaitan dengan pembakaran lahan yang sedang ditangani.

“Dari tiga perkara tersebut, dua masih dalam tahap penyelidikan. Petugas masih mengalami kendala dalam mengungkap pelaku karena saksi yang telah diperiksa belum dapat memberikan keterangan mengenai siapa yang melakukan pembakaran,” urai Kapolres.

Sementara itu, satu perkara lainnya telah menetapkan pelaku pembakaran lahan di wilayah Kecamatan Pagar Agung. Berdasarkan hasil pemeriksaan saksi dan pelaku, pembakaran dilakukan secara sengaja dengan tujuan membuka lahan perkebunan.

Polres Lahat melalui Polsek jajaran yakni bhabinkamtibmas selalu mengimbau khususnya kepada masyarakat di wilayah pegunungan, pada musim kemarau ini jangan membuka kebun, khususnya perkebunan kopi, dengan cara dibakar.

“Pembakaran lahan memang dianggap sebagian masyarakat sebagai cara cepat untuk membersihkan lahan. Namun, tindakan tersebut sangat berisiko karena api dapat dengan mudah meluas dan menyebabkan kebakaran hutan maupun lahan,” ungkap Kapolres.

Sisi lain, dirinya mengapresiasi masyarakat yang selama ini aktif memberikan informasi dan laporan apabila menemukan adanya titik api atau kebakaran lahan.

“Polres Lahat, turut melakukan pemantauan hotspot melalui satelit. Informasi mengenai titik panas yang terdeteksi dapat segera diteruskan kepada jajaran Polsek untuk dilakukan pengecekan di lapangan,” ujar Kapolres.

Setiap hari pihaknya melakukan pemantauan melalui satelit yang juga tergabung dalam grup memantau selama 24 jam. Apabila terjadi hotspot, lokasinya langsung diinformasikan dan kami teruskan kepada Kapolsek untuk ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, Kapolres mebeberkan bahwa Kabupaten Lahat memiliki 23 kecamatan, sementara polsek hanya 13, sedangkan personel dan struktur kewilayahan yang dimiliki Polres masih terbatas. Karena itu, diperlukan dukungan dan sinergi dari seluruh pihak, khususnya para kepala desa.

Polres Lahat masih memiliki keterbatasan personel yang membawahi beberapa kecamatan. Untuk itu, Ia sangat memerlukan bantuan para kepala desa agar bersama-sama bersinergi melakukan pemantauan apabila terjadi kebakaran.

“Kami berharap melalui kolaborasi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat, potensi Karhutla di Kabupaten Lahat dapat dicegah sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” pungkas Kapolres ***DAF

Exit mobile version