Home / BUMN

Jumat, 19 September 2025 - 14:17 WIB

PTBA, “Kalium Humat, Jembatan Antara Dunia Pertambangan dan Pertanian”

MUARA ENIM SUMSEL, MCLI – Dari batu bara kalori rendah, lahirlah harapan baru untuk pertanian. Sebuah produk bernama Kalium Humat, menjadi salah satu bukti bahwa batu bara tidak hanya bisa dibakar menjadi energi, namun juga memberi kehidupan baru bagi tanah dan tanaman melalui teknologi hilirisasi.

Inovasi Kalium Humat bukan sekadar soal teknologi. Produk ini adalah jembatan yang menghubungkan dua dunia yang selama ini dianggap berjauhan: pertambangan dan pertanian. Dari lahan tambang yang dulu identik dengan energi fosil, kini lahir energi baru yang menumbuhkan kehidupan di sawah dan ladang.

Kehadiran kalium humat merupakan buah kolaborasi riset dan pengembangan PT Bukit Asam Tbk dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam meningkatkan nilai tambah batu bara. Keduanya pun telah meluncurkan pilot project alat produksi kalium humat pada Agustus 2025 lalu.

Baca Juga!  Pemeriksaan Mata Gratis Puluhan Pelajar SD Digelar PT. Bukit Asam. Tbk

Direktur Utama PTBA Arsal Ismail menegaskan, inisiatif ini membuktikan bahwa batu bara dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang ramah lingkungan dan memberikan manfaat nyata, khususnya bagi para petani. Kolaborasi ini juga sejalan dengan program pemerintah untuk hilirisasi dan swasembada pangan. Jumat (19/9).

“Sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada kemandirian pangan, hilirisasi industri, dan kesejahteraan masyarakat. Melalui proyek percontohan ini, PTBA bertekad memberikan kontribusi nyata bagi agenda pembangunan nasional,” jelas Arsal.

Sebagai anggota holding BUMN Pertambangan, PTBA juga telah siap memasarkan Kalium Humat ini dengan merek BA Grow. Nantinya BA Grow yang akan dikomersialisasikan akan terdiri dari bentuk padat dan cair.

Baca Juga!  Tingkatkan Kapasitas Angkutan Batu Bara, PTBA Teken Kerjasama PT. KAI

Implementasi penggunaan kalium humat inipun telah dilakukan di demplot Desa Bimomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hasilnya pun cukup menggembirakan, penggunaan Kalium Humat mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 30% dan mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai 50%.

Hasan Asnawi, salah satu petani di Kelompok Tani Bimomartani, mengungkapkan bahwa penggunaan kalium humat telah membawa perubahan signifikan pada hasil panennya.

“Pemakaian kalium humat terbukti meningkatkan kesuburan tanah dan hasil panen, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk urea dan NPK,” jelas Asnawi.

Ia juga berharap BA Grow bisa segera digunakan oleh semua petani di Indonesia, karena “hasilnya memang beda, di rasa berasnya juga lebih enak,” tambahnya.*** (D4F)

Share :

Baca Juga

BUMN

Khitanan Gratis 500 Anak Ring 1, PTBA Perkuat Komitmen SDGs

BUMN

Dukung Film Dokumenter “The Mind Journey”, PTBA Edukasi Pertambangan Berkelanjutan

BUMN

HUT PTBA Ke-45 Tahun, Ratusan Anak Merapi Timur Lahat Dikhitan Massal

BUMN

Cetak Pertumbuhan Operasional PTBA Meningkat Ditengah Dinamika Harga Global 2025

BUMN

Produk Binaan PTBA Naik Kelas dan Buktikan Daya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota

BUMN

Safari Ramadan PTBA Pererat Silaturahmi Jembatan Kebaikan

BUMN

Luncurkan Reverse Vending Machine, PTBA Ubah Sampah Botol Plastik Jadi Rupiah

BUMN

4.180 Paket Sembako Dibagikan PTBA Kertapati Port Peringati HUT ke-45 dan Ramadhan
error: Content is protected !!