LAHAT SUMSEL, MLCI – Ratusan masyarakat Desa Banjar Sari Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat gelar Unjuk Rasa (Unras) di halaman perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat. Senin (20/04).
Terlihat personel gabungan Polres Lahat dalam hal ini Polsek Merapi dan Polsek Kota Lahat yang dipimpin Kasat Samapta AKP Heri Irawan SE MM didampingi Kapolsek Kota Lahat AKP Edy Surisno SH dan Kapolsek Merapi Barat Iptu Candra Kirana SH MM melaksanakan pengawalan dan pengamanan Unras tersebut.
Unras yang digelar masyarakat Desa Banjar Sari itu menuntut dan mempertanyakan IUP PT Bumi Gema Gempita (BGG) serta penghentian Aktivitas PT BGG yang dianggap merugikan warga, serta meminta pengukuran ulang yang transparan.
Informasi dihimpun, bahwa personel Polres Lahat sejak pagi hari berkumpul di sekitar kantor Pemkab Lahat. Sedangkan massa yang berjumlah kurang lebih 100 orang dengan Korlap Narzel Anwar dan penanggung jawab Herwinsyah mulai berdatangan dengan tertib, membawa spanduk dan poster berisi tuntutan mereka.
“Kehadiran aparat bertujuan memastikan jalannya aksi tetap kondusif serta memberikan rasa aman bagi para peserta aksi maupun masyarakat sekitar,” ujar Kasat Samapta.
Dilanjutkan Kasat, koordinasi antara pihak kepolisian, Satpol PP, dan instansi terkait terlihat berjalan dengan baik. Petugas mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi agar tidak terjadi kemacetan, sekaligus mengarahkan massa ke titik yang telah disepakati untuk menyampaikan aspirasi.
“Dengan pendekatan humanis, aparat juga terus mengimbau agar aksi dilakukan secara damai tanpa tindakan anarkis,” tegas Kasat Samapta.
Dalam orasinya, perwakilan masyarakat Desa Banjar Sari menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah daerah. Mereka berharap adanya perhatian dan solusi konkret terhadap permasalahan yang sedang dihadapi.
Meski jumlah massa cukup banyak, suasana tetap terkendali berkat pengawasan ketat serta komunikasi yang terjalin baik antara koordinator aksi dan pihak keamanan.
Pemerintah daerah melalui perwakilannya akhirnya menerima audiensi dengan massa ditunjuk. Dialog berlangsung di dalam kantor Pemda dengan pengawalan aparat.
Hal ini menjadi langkah penting untuk membuka ruang komunikasi secara langsung, sehingga aspirasi masyarakat dapat didengar dan ditindaklanjuti secara resmi.
Aksi unjuk rasa pun berakhir dengan tertib menjelang sore hari. Aparat tetap siaga hingga seluruh massa membubarkan diri dengan aman.
Keberhasilan pengamanan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, aparat keamanan, dan pemerintah dalam menjaga stabilitas serta menciptakan suasana yang kondusif dalam menyampaikan pendapat di muka umum.***Kasubag Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono.









