Home / Kabupaten Lahat

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Memanas, Kursi Ketua PGRI Lahat Mulai Bergoyang

LAHAT SUMSEL, MLCI — Dinamika internal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lahat mulai menjadi sorotan. Isu mengenai wacana pergantian Ketua PGRI Kabupaten Lahat, Dr. Hasperi Susanto, S.Pd., M.M., belakangan disebut semakin mengemuka dan menjadi perbincangan di sejumlah kalangan.

Informasi yang dihimpun pewarta dari beberapa sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, mulai muncul sejumlah nama yang disebut memiliki keinginan untuk mengambil alih tampuk kepemimpinan organisasi profesi guru tersebut.

Wacana itu disebut tidak terlepas dari posisi Dr. Hasperi Susanto yang kini tidak lagi berada dalam struktur Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat. Ia saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lahat.

Perubahan posisi tersebut kemudian menjadi salah satu alasan yang dipersoalkan oleh sebagian kalangan internal. Pertanyaan mengenai apakah seorang kepala perangkat daerah di luar Dinas Pendidikan masih layak memimpin organisasi profesi guru pun mulai mencuat.

Namun, persoalan tersebut ternyata bukan sesuatu yang sama sekali baru bagi Dr. Hasperi.

Saat dikonfirmasi mengenai kabar yang beredar, Dr. Hasperi justru mengungkapkan bahwa dirinya telah mengambil langkah sejak awal ketika ditunjuk menjadi Kepala Dispora.

Menurutnya, ketika mendapatkan amanah sebagai Kadispora Lahat, dirinya sudah sempat mengajukan pengunduran diri dari jabatan Ketua PGRI Kabupaten Lahat.

Baca Juga!  Pasca Hujan Deras, Kepala Sekolah SDN 30 Lahat Tinjau Kerusakan Bangunan yang Semakin Memburuk

“Sebenarnya ketika saya diangkat menjadi Kadispora, saya sudah mengajukan pengunduran diri,” ungkapnya. Senin (10/08).

Akan tetapi, pengunduran diri tersebut tidak kemudian diterima begitu saja. PGRI Provinsi Sumatera Selatan, kata Dr. Hasperi, tetap mempertahankan dirinya sebagai Ketua PGRI Kabupaten Lahat.

Pertimbangannya, dirinya dinilai masih memiliki keterikatan yang kuat dengan dunia pendidikan. Selain pernah berada dalam lingkungan birokrasi pendidikan, Dr. Hasperi juga masih berstatus sebagai dosen di Universitas Serelo Lahat (Unsela) dan Universitas PGRI Palembang.

Dengan demikian, posisi dirinya sebagai Ketua PGRI dinilai masih memiliki landasan karena yang bersangkutan tetap berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Lantas, bagaimana sikap Dr. Hasperi terhadap isu yang kini kembali bergulir?

Alih-alih menunjukkan kegelisahan atau melakukan bantahan keras, ia memilih meresponsnya secara tenang.

Menurutnya, munculnya dinamika, perbedaan pandangan hingga adanya keinginan sejumlah figur untuk memimpin merupakan sesuatu yang lumrah dalam sebuah organisasi.

“Ya, kita tanggapi positif saja. Itu biasa dalam dinamika organisasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut seolah menunjukkan bahwa dirinya tidak ingin terseret terlalu jauh dalam riak politik internal organisasi.

Bagi Dr. Hasperi, organisasi yang sehat justru harus memberikan ruang terhadap munculnya gagasan, aspirasi dan regenerasi kepemimpinan. Namun, seluruh proses tersebut tentu harus dikembalikan kepada mekanisme serta aturan organisasi.

Baca Juga!  Aksi Dibubarkan, Oknum Pendemo Gemapela Diamankan Polres Lahat

Di sisi lain, mencuatnya isu pergantian ketua tentu menjadi perhatian tersendiri. Sebab, PGRI bukan sekadar organisasi yang memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi wadah yang membawa aspirasi ribuan guru dan tenaga pendidik.

Karena itu, jika memang terdapat aspirasi untuk melakukan perubahan kepemimpinan, prosesnya semestinya berlangsung secara terbuka, konstitusional dan sesuai mekanisme organisasi—bukan berhenti pada desas-desus ataupun manuver di balik layar.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari PGRI Kabupaten Lahat maupun PGRI Provinsi Sumatera Selatan yang menyatakan adanya keputusan atau agenda resmi untuk mengganti Dr. Hasperi Susanto dari posisi Ketua PGRI Kabupaten Lahat.

Dengan demikian, isu mengenai “penggulingan” maupun kemunculan sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai kandidat pengganti masih berada pada ranah informasi dan dinamika internal yang belum terkonfirmasi secara resmi.

Yang jelas, riak tersebut kini telah muncul ke permukaan. Apakah hanya sebatas dinamika biasa dalam sebuah organisasi, atau menjadi awal dari pertarungan menuju perubahan tampuk kepemimpinan PGRI Lahat, waktu yang akan menjawab.*** AAN

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Workshop Peningkatan Kompetensi Guru Sdn 11 Lahat: Integrasi Kecerdasan Buatan Gemini Optimalkan Penyusunan Soal Sumatif

Kabupaten Lahat

Kombel Sdn 5 Lahat: Penguatan Kompetensi Guru Wujudkan Pembelajaran Bermakna Bagi Siswa

Kabupaten Lahat

Komunitas Belajar Ki Hajar Dewantara K3S Kecamatan Lahat Bahas Pembelajaran Mendalam & Kecerdasan Buatan di SDN 26 Lahat

Kabupaten Lahat

Pasca Hujan Deras, Kepala Sekolah SDN 30 Lahat Tinjau Kerusakan Bangunan yang Semakin Memburuk

Kabupaten Lahat

Tutup Tps Rt 20 Talang Jawa Selatan Menuai Perdebatan Di Medsos

Kabupaten Lahat

Bimtek Literasi Numerasi & Pemanfaatan Dana Bosp Kinerja Terbaik Gugus 4 Digelar Di Sdn 23 Lahat

Kabupaten Lahat

KAHMI & FORHATI Lahat Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Pemkab Lahat: Kebersamaan Kunci Kemajuan Daerah

Kabupaten Lahat

35 Mahasiswa Penerima Beasiswa Sawit BPDP Diberangkatkan, Pemkab Lahat: Pulang Bawa Ilmu, Bangun Daerah
error: Content is protected !!