LAHAT SUMSEL, MLCI – Penyuluhan melalui Zoom Meeting yang diikuti di Mapolres Lahat yang dilaksanakan sebagai bentuk upaya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya terorisme dan radikalisme. Rabu (12/11)
Giat Penyuluhan melalui Zoom Meet dipusatkan di Jakarta tersebut menghadirkan narasumber dari Divisi Binmas Nabes Polri, tokoh agama, dan akademisi yang kompeten di bidang deradikalisasi.
Sementara kegiatan Zoom Meet di Mapolres Lahat diikuti oleh Wakapolres Lahat Kompol Liswan Nurhapis SH didampingi Kasat Binmas AKP Hery Jon Fazri SH, Babinsa Kodim 0405/Lahat, Tokoh Agama, Yokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Dinas Pendidikan, Bhabinkamtibmas, Mahasiswa dan perwakilan pelajar.
Narasumser memberikan penjelasan mengenai definisi, bentuk, serta faktor-faktor penyebab munculnya paham radikal di tengah masyarakat. Para peserta Zoom Meeting juga mendapatkan pemaparan tentang bagaimana terorisme tidak hanya merugikan korban secara langsung, tetapi juga mengancam stabilitas nasional dan keharmonisan sosial di masyarakat.
Selain materi tentang pencegahan, peserta juga dibekali dengan strategi penanganan dini terhadap indikasi radikalisme di lingkungan masing-masing. Misalnya, pentingnya melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang, membangun komunikasi yang terbuka di lingkungan keluarga, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan persaudaraan. Pendekatan humanis dan edukatif menjadi kunci utama agar upaya pencegahan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Interaksi dua arah dalam kegiatan Zoom Meeting ini membuat suasana penyuluhan menjadi lebih hidup. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber terkait isu-isu terkini, seperti penyebaran paham radikal melalui internet dan cara menangkal propaganda ekstremisme.
Diskusi tersebut memperkaya wawasan peserta dan menumbuhkan kesadaran bahwa melawan terorisme bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, Wakapolres Lahat menjelaskan bahwa melalui kegiatan penyuluhan daring ini diharapkan masyarakat semakin waspada dan mampu berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, serta bebas dari pengaruh radikalisme dan terorisme.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan generasi muda, Indonesia dapat memperkuat ketahanan nasional menghadapi ancaman ideologi kekerasan. Penyuluhan semacam ini menjadi langkah nyata dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah tantangan global yang semakin kompleks.*** Kasubsi Penmas Humas Polres Lahat, Aiptu. Lispono. SH

