Jurnalis : Herlan Nudin
LAHAT, SUMSEL – MLCI – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lahat menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang berlangsung selama tiga hari, pada 10–12 Agustus 2026, bertempat di Gedung Keterampilan MAN 1 Lahat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru di lingkungan madrasah dengan mengangkat tema: “Meningkatkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Terintegrasi Pembelajaran Berbasis AI”.
Seluruh guru MAN 1 Lahat; narasumber Dr. Lilis Suryani, MSI dan Elsy Zuriyani, S.Si., M.Pd. dari Balai Diklat Keagamaan Palembang; Ketua Panitia Hendra Sagita; serta Kepala MAN 1 Lahat Deni Ariani, S.Ag., MM.
Pelaksanaan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dengan pemberian materi dan diskusi pengembangan kompetensi guru. 10 hingga 12 Agustus 2026. Gedung Keterampilan MAN 1 Lahat.
Sebagai wahana sinergi, kreasi, inovasi, dan kolaborasi guru untuk meningkatkan profesionalisme dalam pembelajaran dan penilaian, serta mempersiapkan madrasah dalam penerapan Kurikulum Merdeka — khususnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang terintegrasi dengan pembelajaran berbasis kecerdasan buatan/AI.
Kegiatan dibuka secara resmi, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Palembang, berlangsung secara lancar dan tertib selama tiga hari pelaksanaan.
Ketua Panitia, Hendra Sagita, dalam laporannya menyampaikan bahwa MGMP menjadi wadah bagi para guru untuk bersinergi, berkreasi, berinovasi, berkolaborasi, dan bereksplorasi guna memberi arah pengembangan serta inisiatif pelaksanaan kegiatan peningkatan kompetensi secara sistematis dan berkelanjutan. Hal ini terutama ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam pembelajaran dan penilaian, yang pada akhirnya berdampak pada kesiapan madrasah dalam penerapan Kurikulum Merdeka.
Sementara itu, Kepala MAN 1 Lahat, Deni Ariani, S.Ag., MM., menegaskan bahwa kegiatan MGMP dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya peningkatan mutu madrasah, khususnya profesionalitas para guru dalam proses pembelajaran dan penilaian. Melalui MGMP ini, para guru diharapkan mampu menguasai dan menerapkan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Terintegrasi Pembelajaran Berbasis AI.
“Semoga kegiatan MGMP ini dapat membantu tenaga pendidik dalam menerapkan metode-metode pembelajaran yang inovatif dan kreatif, sehingga peserta didik dapat termotivasi untuk lebih semangat dalam meraih prestasi,” ujar Deni Ariani.
Setelah acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi secara langsung oleh narasumber dari Balai Diklat Keagamaan Palembang dan berlangsung dengan lancar serta tertib hingga selesai.









