Home / Sumatera Selatan

Senin, 23 Februari 2026 - 15:54 WIB

Krisis Sembako Hingga Warga Musi Rawas Sakit Meninggal di Jalan

MUSI RAWAS SUMSEL, MLCI- Satu periode lebih dibawah kepemimpinan Bupati Musi Rawas Hj Ratna Machmud untuk membuat seluruh jalan di Kabupaten Musi Rawas Mulus merata sampai kepelosok desa sepertinya hanya janji manis belaka.

Betapa tidak, sejak 4 bulan terkahir masyarakat di Desa Sindang Laya dan Mukti Karya yang berada di kawasan Hutan Tanam Industri (HTI) terisolir.

Akibatnya, warga tidak bisa beraktifitas dan krisis sembilan bahan pokok (Sembako) hingga ada warga yang sakit harus meninggal di jalan karena terlambat ditangani.

Perisitiwa ini disampaikan Kepala Desa (Kades) Sindang Laya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Thamrin Tarius saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura, Senin (23/2/2026) di Ruang Badan Anggaran Sekretariat DPRD Mura.

“Sudah 4 bulan terakhir ini akses jalan rusak berat hingga lumpuh total atau tidak bisa dilalui,”keluh Tamrin.

Lanjut Tamrin mengatakan, Dengan rusaknya akses jalan ini, membuat seluruh aktifitas masyarakat lumpuh. Bahkan, untuk mengeluarkan hasil pertanian terutama tandan buah segar (TBS) kelapa sawit tidak bisa dan membusuk serta tidak bisa dijual baik ke tengkulak atau Pabrik CPO.

Baca Juga!  Di Lahat Selatan, Ratusan Emak-Emak Rebutan Foto Selfie Paslon Nomor 1

“Disamping tidak bisa mengeluarkan hasil pertanian, Kejadian miris pernah terjadi ketika ia membawa warganya yang sakit untuk berobat. Namun, karena akses jalan yang rusak parah karna kesulitan melintas, membuat warganya tersebut meninggal ditengah perjalanan karena terlambat dibawa kerumah sakiit,”ungkap Tamrin.

Menurutnya, Akses jalan utama masyarakat Sindang Laya merupakan jalan perkebunan PT Musi Hutan Persada (MHP). Dimana, untuk keluar masuk Desa melewati jalan PT MHP hingga ke Desa Anyar dan tembus ke jalan Nasional kurang lebih 7 Kilometer. Namun, kendati begitu butuh berhari-hari agar bisa tembus dan itupun harus bermalam dijalan karena jalan yang hancur lebur.

“Mirisnya jalan ini tidak pernah ada perbaikan atau pengerasan baik dari PT MHP sendiri ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura. Sehingga, dengan kondisi ini membuat jalan ini tadi hancur lebur. Padahal, ia sudah berulang kali menyampaikan profosal kepada pihak MHP agar jalan dilakukan pengerasan dan tidak pernah ditanggapi. “Tolonglah bantu dan pikirkan kondisi kami ini ibu Bupati”. Kami ini warga Mura dan masuk dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) juga,”ungkapnya.

Baca Juga!  Tunggakan Kuliah Ancam Masa Depan 3 Mahasiswi Farmasi Unisa Palembang

Hal senada juga disampaikan, Kepala Desa (Kades) Mukti Karya, Kecamatan Muara Lakitan, Kabupaten Mura, Mulyadi bahwa Desa Mukti Karya sejak 4 bulan terakhir ini juga terisolir. Akibatnya, logistik tidak bisa masuk ke Desa dan walaupun ada harganya melonjak mahal seperti beras mencapai Rp 25 ribu/Kg. Termasuk, harga gas elpiji 3 Kg mencapai Rp 80 ribu/tabung.

Kemudian, baik program Bupati Mura dan Presiden seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta Makan Bergizi Gratis (MBG) juga tidak bisa dilaksanakan di Mukti Karya dan Sindang Laya.

Oleh karena itu, ia berharap secepatnya kondisi Desa Mukti Karya dan Sindang Laya yang terisolir ini bisa direspon dan ada bantuan dari Pemkab Mura terutama dilakukan pengerasan. Sebab, kalau mengandalkan PT MHP hingga saat ini belum ada tanggapan serius.

“Kami sangat memohon minimal perbaikan pengerasan saja terlebih dahulu dan tidak harus diaspal. Sebab, kalau memang masalah kawasan hutan kenapa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan PT MHP bisa membangun dan Pemkab Mura tidak bisa dan kenapa kami tidak diperhatikan,” pungkasnya.***SMSI Musi Rawas

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Puncak Syukur 90 Tahun TK–SD Santo Yosef Lahat: Bertumbuh dalam Kasih, Berbuah Dalam Karya

Kabupaten Lahat

KUA Lahat Tinjau dan Ukur Masjid Darul Falah, Percepat Pengajuan Akta Ikrar Wakaf

Kabupaten Lahat

SD Negeri 20 Lahat Gelar Upacara dan Penyerahan Hadiah Perlombaan Memperingati HUT RI ke-81

Kabupaten Lahat

Posyandu Lansia Desa Giri Mulya Berjalan Optimal, Pemdes dan Puskesmas Senabing Bersinergi Jaga Kesehatan Warga

Sumatera Selatan

Makan Korban, Mobil Angkutan Terguling di Proyek Jalan Mangkrak

Sumatera Selatan

Herman Deru Harusnya Malu, Proyek Jalan Simpang Raja Ditinggal Pemborong

Kabupaten Lahat

Semarak HUT RI ke-81, 190 Satuan Pendidikan Meriahkan Lomba PBB dan Drumband/Marching Band Berjalan Lancar

Kabupaten Lahat

20 Tahun Menanti, Sertifikat Warga Desa Giri Mulya yang Hilang Kini Mulai Diserahkan
error: Content is protected !!