Home / BUMN

Minggu, 8 Juni 2025 - 02:03 WIB

Kisah Petani Sawahlunto Bersama Bukit Asam, Kopi Robusta “Harapan Baru”

SAWAHLUNTO SUMBAR, MLCI – Nama saya Beby Candra, biasa dipanggil Abi. Dulu, saya tidak pernah membayangkan bisa berkecimpung di dunia perkebunan kopi. Ini semua berkat dukungan dari program sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA). PTBA tak hanya memberi kami harapan, tapi juga membimbing kami untuk mewujudkan “Harapan Baru” dari setiap biji kopi Robusta yang kami tanam.

Awalnya, kami, para petani, sama sekali buta tentang budidaya kopi. Namun, PTBA benar-benar serius dalam membimbing kami. Mereka mengirim kami untuk studi banding langsung ke sentra kopi di Semende Sumatera Selatan, Aceh, dan Medan. Di sana, kami berkesempatan belajar dari para ahli, termasuk Profesor Surip Mawardi, yang membuka mata kami tentang potensi besar kopi di lahan kami. Pengalaman ini sangat berharga, menyadarkan kami bahwa lahan yang dulu sepi kini bisa menghasilkan kopi berkualitas tinggi.

Baca Juga!  Pastikan Harga Sembako Stabil, Hari ke-20 Ramadhan Wabup Lahat Sidak Pasar PTM

Sepulang dari studi banding, PTBA terus mendukung kami. Pelatihan komprehensif tentang budidaya kopi dari hulu hingga hilir diberikan oleh tim ahli, membekali kami dengan pengetahuan dari pembibitan, penanaman, hingga pengolahan pasca panen. Kami bahkan dibantu untuk membentuk kelompok pembibitan sendiri, memastikan kami bisa mandiri dalam menyediakan bibit berkualitas. Sejak dibina pada tahun 2020, program ini telah merambah empat kecamatan di Kota Sawahlunto, yaitu Barangin, Silungkang, dan Lembah Segar.

PTBA tidak hanya memberikan ilmu, tapi juga bantuan peralatan pengolahan kopi modern seperti Huller, Pulper, mesin pembubuk, sangrai, dan roasting. Dengan mesin-mesin ini, kami bisa mengolah biji kopi sendiri, meningkatkan kualitas, dan tentu saja, nilai jual produk kami.

Baca Juga!  Kapolres Pimpin Ujicoba Taat Prokes di Jalan Utama Kota Lahat

Kini, kopi Robusta Sawahlunto bukan lagi sekadar impian. Kami bahkan memiliki Kafe Arang sendiri, sebagai wadah untuk memasarkan kopi kami dan menjadi tempat berkumpul masyarakat. Yang lebih membanggakan lagi, kopi dari Sawahlunto ini pernah berhasil diekspor hingga 100 kg ke China.

PTBA telah membawa kami, 70 anggota kelompok tani, menjadi “pilot” yang mampu menerbangkan harapan baru. Dari yang tadinya tidak memiliki kapasitas di bidang kopi, kini kami bisa menghasilkan rata-rata Rp 6-7 juta per bulan. Ini bukan hanya soal pendapatan, tapi tentang perubahan pola pikir, tentang bagaimana lahan bekas tambang dapat diubah menjadi sumber kesejahteraan dan keberlanjutan bagi kami serta generasi mendatang.*** (D4F)

Share :

Baca Juga

BUMN

Raih Tiga Penghargaan AHI 2026, PTBA Wujudkan Transformasi Nyata

BUMN

Wastra Nusantara di INACRAFT 2026, PTBA Pamerkan Tiga Produk Unggulan Mitra Binaan

BUMN

Coaltrans Asia 2026 – PTBA, “Pentingnya Kepastian Regulasi dan Keberlanjutan Pasokan Batu Bara”

BUMN

Kreasi Bernilai Plus, Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik

BUMN

PTPN1 Regional 7 Sinergi Dua Desa Selesaikan Sertifikat Tanah yang Hilang

BUMN

Roadshow BIGMIND Innovation Award 2026, PTBA Dorong Budaya Inovasi

BUMN

Respons Cepat dan Kolaborasi, PTBA Aktif Bantu Penanganan Karhutla

BUMN

Jaga Kinerja, PTBA Perkuat Portofolio Bisnis Pertumbuhan Jangka Panjang
error: Content is protected !!