Jurnalis: Herlan Nudin
LAHAT, SUMSEL – MLCI – Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lahat, H. Apriansyah, SE., MM, menegaskan tekad dan komitmen penuh instansinya untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui serangkaian langkah strategis yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
Upaya penguatan penerimaan daerah difokuskan pada optimalisasi pajak dan retribusi, perluasan basis objek pajak, penerapan sistem digitalisasi layanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan tata kelola yang lebih baik guna mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Lahat.
H. Apriansyah menjelaskan, langkah awal yang ditempuh adalah melakukan intensifikasi penerimaan pajak dan retribusi dengan memaksimalkan potensi yang sudah ada. Hal ini dilakukan melalui pemutakhiran data wajib pajak secara akurat berbasis by name by address, penagihan aktif secara langsung maupun melalui jalur digital, pengawasan kepatuhan dengan audit pajak daerah, hingga penerapan sanksi yang tegas namun tetap proporsional bagi pihak yang tidak memenuhi kewajiban.
Selain itu, pihaknya juga melakukan ekstensifikasi dengan mendata objek dan subjek pajak baru yang belum terjangkau, seperti pelaku UMKM, tempat usaha, rumah kos, dan potensi lainnya. Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System (GIS) turut dimanfaatkan untuk memetakan persebaran objek pajak secara presisi, sekaligus menyelaraskan data dengan instansi terkait.
“Masih terdapat sejumlah potensi pajak yang belum tergarap secara maksimal. Oleh karena itu, pendataan dan pengawasan akan terus kami perbaiki dan tingkatkan, agar kebocoran penerimaan daerah dapat kami tekan seminimal mungkin,” ujar H. Apriansyah.
Lebih lanjut, transformasi digital disampaikan sebagai salah satu kunci utama untuk meningkatkan efektivitas pelayanan sekaligus menjamin transparansi pengelolaan keuangan daerah. Bapenda Lahat akan mengembangkan sistem pembayaran elektronik meliputi layanan e-Tax, e-SPTPD, e-BPHTB, kemudahan pembayaran non-tunai melalui QRIS maupun nomor rekening virtual, serta sistem pemantauan data yang berjalan secara real-time.
Berbagai inovasi sumber pendapatan baru juga terus dikembangkan, antara lain penerapan sistem parkir elektronik, pemasangan alat pencatat transaksi pada tempat usaha, pemanfaatan peluang ekonomi digital, penggalian potensi sektor pariwisata, hingga penyederhanaan layanan retribusi berbasis aplikasi.
“Digitalisasi bukan semata-mata untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan, melainkan juga langkah nyata untuk menjamin transparansi dan meminimalkan segala bentuk potensi kebocoran penerimaan daerah,” tegasnya kembali.
Guna menjamin keberhasilan seluruh program tersebut, Bapenda Kabupaten Lahat juga memperkuat kapasitas aparatur melalui pelatihan berkelanjutan, penerapan sistem penghargaan dan sanksi (reward and punishment), serta penanaman nilai-nilai integritas tinggi guna mencegah penyimpangan internal.
Sinergi yang erat juga terus dibangun bersama Kepolisian, Kejaksaan, serta lembaga perbankan daerah dalam hal penertiban, penagihan piutang pajak, dan penyempurnaan sistem pembayaran. Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kontribusi pajak bagi kemajuan daerah terus digalakkan melalui sosialisasi dan pendekatan persuasif. Penguatan regulasi serta evaluasi berkala terhadap target PAD yang disesuaikan dengan potensi ekonomi daerah juga menjadi bagian tak terpisahkan, agar penerimaan daerah dapat tumbuh secara optimal, adil, dan berkelanjutan. “Tutupnya

