Home / Sumatera Selatan

Senin, 26 Januari 2026 - 22:38 WIB

Kasus Lahan TMMD Memanas, Korban Diperiksa di Polda Sumsel

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Kasus dugaan penipuan dan pengrusakan lahan warga di Desa Pinang Banjar, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memasuki tahap krusial.

Hari ini, Senin (26/1), Rudiyanto selaku pelapor utama beserta sejumlah saksi resmi memberikan keterangan di hadapan penyidik Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).

Kasus ini mencuat setelah pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) diduga dilakukan di atas lahan milik warga tanpa izin yang sah. Oknum Kepala Desa (Kades) Pinang Banjar disinyalir memberikan persetujuan sepihak untuk pembukaan jalan umum, yang berujung pada rusaknya tanaman kelapa sawit produktif milik Rudiyanto.

Kuasa hukum pelapor, Afif Batubara SH MH, didampingi Fahmi SH MH, menegaskan bahwa selain kerugian materil akibat pengrusakan lahan, kliennya juga menjadi korban janji palsu terkait kompensasi pembangunan infrastruktur.

Baca Juga!  Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Digelar Bukit Asam

“Klien kami dijanjikan pembangunan jembatan dan pengerasan jalan sebagai kompensasi. Namun, hingga proyek selesai, janji tersebut tidak direalisasikan. Tindakan penggusuran pun dilakukan tanpa adanya surat izin tertulis dari pemilik lahan sah,” tegas Afif saat ditemui di Mapolda Sumsel.

Rudiyanto bukan satu-satunya korban. Dua warga lainnya, yakni Nilawati (38) warga Desa Mekarjaya dan Abdul Gani (68) warga Desa Tenggaro Kecamatan Keluang Kabupaten  Muba, yang memiliki lahan dilokasi yang sama turut mengalami kerugian serupa atas program tersebut.

Nilawati menjelaskan bahwa lahan miliknya yang memiliki surat resmi berupa SKT turut digusur untuk pembuatan jalan sepanjang 40 meter dengan lebar 6 meter dan parit di kanan kiri jalan masing-masing selebar 2 meter.

Baca Juga!  Dugaan Pj. Sekda dan Asisten I Arogan Mencuat, GAS Akan Demo Lanjutan

“Kami baru menyadari lahan kami juga ikut tergusur setelah kasus Pak Rudiyanto viral. Kami menuntut keadilan atas tindakan sewenang-wenang ini,” ungkap Nilawati.

Abdul Gani, menambahkan bahwa tanah miliknya juga turut tergusur oleh program tersebut sepanjang 80 meter dengan lebar yang sama.

Pihak kuasa hukum berharap penyidik Polda Sumsel bertindak tegas dalam mengusut keterlibatan oknum desa dan memastikan hak-hak warga yang dirugikan dapat segera dipulihkan.

Sementara, pihak kepolisian membenarkan adanya agenda pemeriksaan tersebut. Kanit 3 Subdit 1 Direskrimum Polda Sumsel, Kompol Herman Rozi SH MH, menyatakan bahwa tim penyidik telah melakukan pengambilan keterangan dari korban sekaligus pelapor atas nama Rudiyanto untuk mendalami keterlibatan oknum terkait.*** SMSI Banyuasin

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

SD Negeri 20 Lahat Gelar Upacara dan Penyerahan Hadiah Perlombaan Memperingati HUT RI ke-81

Kabupaten Lahat

Posyandu Lansia Desa Giri Mulya Berjalan Optimal, Pemdes dan Puskesmas Senabing Bersinergi Jaga Kesehatan Warga

Sumatera Selatan

Makan Korban, Mobil Angkutan Terguling di Proyek Jalan Mangkrak

Sumatera Selatan

Herman Deru Harusnya Malu, Proyek Jalan Simpang Raja Ditinggal Pemborong

Kabupaten Lahat

Semarak HUT RI ke-81, 190 Satuan Pendidikan Meriahkan Lomba PBB dan Drumband/Marching Band Berjalan Lancar

Kabupaten Lahat

20 Tahun Menanti, Sertifikat Warga Desa Giri Mulya yang Hilang Kini Mulai Diserahkan

Sumatera Selatan

FH, “KORMI PALI Bukan Hanya Seremoni, Tapi Titik Awal Gerakan”

Kabupaten Lahat

Semarak HUT RI ke-81, Dharma Wanita Dindikbud Lahat Gelar Lomba Antar Sekolah Pererat Tali Persaudaraan
error: Content is protected !!