LAHAT SUMSEL, MLCI – Sebuah langkah progresif lahir dari rahim kebersamaan empat elemen strategis di Kabupaten Lahat. Dalam sebuah pertemuan hangat yang kental dengan nuansa kekeluargaan dan dalam nuansa Buka Puasa Bersama pada Selasa 10 Maret 2026 lalu, yakni PGRI, PAUD, Duta Literasi dan Forum Anak secara kolektif menobatkan Ibunda mereka Hj. Sri Meliyana sebagai Pelopor Membaca Nyaring (Read Aloud)Kabupaten Lahat.
Penobatan ini menjadi istimewa karena lahir dari inisiasi bersama empat sektor yang selama ini bergerak di bidang pendidikan dan perlindungan anak. Keempatnya sepakat meleburkan ego sektoral demi satu visi besar: menjadikan literasi sebagai budaya hidup di Bumi Seganti Setungguan.
Hj. Sri Meliyana, yang selama ini dikenal sebagai sosok Ibu bagi berbagai organisasi, menyambut penobatan ini dengan pesan edukatif tentang pentingnya kolaborasi. Beliau menegaskan bahwa gerakan ini tidak akan pernah berhasil jika hanya digerakkan oleh satu instansi saja.
“Inisiasi ini adalah milik kita bersama. Anak-anakku dari PGRI, PAUD, Duta Literasi, dan Forum Anak adalah satu kesatuan keluarga yang sering kami sebut sebagai ‘Deng Behadeng’ atau ‘Adik Beradik’. Filosofi ini kami ambil agar koordinasi di lapangan nanti berjalan cair, solid, dan penuh kasih, layaknya kakak dan adik yang saling mendukung,” tutur Hj. Sri Meliyana.
Sebagai tindak lanjut dari penobatan ini, Hj. Sri Meliyana bersama perwakilan dari “4 Beradik” dijadwalkan akan turun langsung melakukan Safari Literasi ke berbagai kecamatan. Keempat elemen ini akan membagi peran secara strategis.
Dalam setiap kunjungannya, mereka akan mempraktikkan teknik membaca nyaring dengan materi kearifan lokal, seperti, legenda, “Memuning” atau kisah-kisah dari buku, semisal buku “Satu Desa Satu Cerita”. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa bangga terhadap identitas daerah sejak dini.
Melalui sinergi empat elemen ini, gerakan Membaca Nyaring diharapkan dapat memberikan dampak multidimensi: Literasi Dini: Membangun fondasi bahasa yang kuat sebelum anak belajar membaca mandiri. Kecerdasan Emosional: Mempererat ikatan batin dan empati melalui penjiwaan cerita. Fokus dan Konsentrasi: Melatih kemampuan mendengar aktif di tengah gempuran konten digital singkat. Harmonisasi Keluarga: Menjadi media komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak di rumah.
Dikonfirmasi hari ini, Kamis (12/03) Ketua PGRI Lahat, Dr. Hasperi Susanto, menegaskan bahwa penobatan ini merupakan pengakuan atas kemampuan Hj. Sri Meliyana dalam merangkul semua lini. “Kami dari PGRI bersama rekan-rekan dari PAUD, Duta Literasi, dan Forum Anak berdiri di garis yang sama. Sinergi ‘Adik Beradik’ ini adalah momentum emas bagi masa depan literasi Lahat,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan PKK Lahat, Dinas PPPA, Dinas Perpustakaan Daerah, serta Bidang PAUD Disdikbud Lahat, yang semuanya menyatakan dukungan penuh untuk bergerak bersama sebagai satu keluarga besar.***AAN










