Home / Regional

Kamis, 19 Agustus 2021 - 05:19 WIB

Galian Jargas Tak Pasang Rambu-Rambu, Ancam Keselamatan Warga

Release SMSI Banyuasin –

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Jaringan gas (Jargas) yang saat ini tengah dikerjakan PT Menara Gading Puting yang meliputi wilayah satu desa dan lima kelurahan di Kecamatan Banyuasin III, diduga mengancam keselamatan bagi pengguna jalan.

Ironinya, lubang galian pipa jargas yang dikerjakan pihak kontraktor dengan kedalaman berkisaran 1 sampai 1,5 meter tersebut terlihat seram karena tidak diberi rambu-rambu sebagai tanda tampat galian sehingga dapat membahayakan orang banyak.

“Lubang galian pipa dari kejauhan tidak terlihat oleh kasat mata, jika tidak dipasang rambu-rambu dapat membahayakan karena posisinya sangat dekat dengan jalan, paling tidak dipasang kayu pembatas,” ujar Ali Iswanto. Kamis (19/8/2021).

Ali Iswanto, salah satu warga Kelurahan Pangkalan Balai menambahkan, bahwa lebih bagus ada police line, sebab galian ini sangat berbahaya terutama bagi anak-anak. Apalagi di malam hari kendaraan bisa-bisa terperosok ke lubang galian itu.

Baca Juga!  Lintas Komunitas Lahat “Jumat Berkah” Gerakan Peduli Sesama

Lanjut Ali, dirinya khawatir bila galian pipa jargas ini tidak ditindaklanjuti kemungkinan akan memakan korban.

“Silahkan bekerja, tetapi pikirkan juga dampak dan keselamatan orang banyak,” tegasnya.

Pantauan wartawan media ini di lapangan, galian jaringan pipa gas mulai dari Kelurahan Seterio, Kedondong Raye, Pangkalan Balai, Muliya Agung, Kayuara kuning dan Desa Tanjung Kepayang, Kecamatan Banyuasin III yang telah dikerjakan terlihat tidak dipasang rambu-rambu sebagai tanda adanya bekas galian, lubang tersebut persis berada di badan jalan, apakah ini tidak berbahaya???

Dampak dari galian pipa jargas juga dirasakan Aripin warga Desa Tanjung Kepayang, menurutnya bekas galian pipa gas yang dilakukan pihak perusahaan persis di depan rumahnya masih menyisakan lubang dalam yang tidak tertimbun rapi.

Baca Juga!  Setelah Dua Tahun, Masjid Jami PT. Bukit Asam. Tbk Kembali Gelar Sholat Ied

Lubang tersebut banyak bukan satu atau dua lobang saja, dimana galian jargas persis disebelah cor jalan sewaktu-waktu dapat membuat motor dan mobil terperosok jika sedang berlintasan apalagi dimalam hari.

“Sangat kami sayangkan proyek raksasa milik Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang tujuannya baik untuk rakyat, menggunakan dana miliaran rupiah dikerjakan asal-asalan seperti ini, sejauh mana pengawasan yang dilakukan pihak terkait sampai lobang penjemput maut tidak ditimbun dengan benar oleh pihak ketiga, jangan menunggu ada yang celaka baru diperbaiki, dimana hati nurani mu,” tegasnya.

Sampai berita ini di tayangkan pihak perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten Banyuasin belum dimintai keterangan atas keresahan warga terkait pekerjaan jargas.****

Share :

Baca Juga

Regional

Kisruh Berawal dari Kasus Cash Back, “PWI Tetap Satu”

Kabupaten Lahat

Paslon Bupati Lahat Yulius Maulana ST Dan budiarto Marsul SE,. M. Si Silaturahmi Dikediaman Ketua umum MUI Lahat

Regional

Hadiri Pelantikan Pengurus SMSI Rejang Lebong, SMSI Lubuk Linggau Kompak

Regional

Pengurus Jakarta 2024-2029 Dilantik, PWI Harus Kembali Disegani

Regional

Ruri, “Aktivitas Tambang Timah Ilegal di Bangka Perlu Pengawasan Ketat”

Regional

Resepsi Peringatan Hari Nasional Taiwan ke-113 Digelar 

Regional

Kantor PWI Pusat Gedung Dewan Pers Didesak Puluhan Anggota Segera Dikosongkan

Regional

PWI HCB Dilarang Berkantor di Gedung Dewan Pers
error: Content is protected !!