Home / Kabupaten Lahat

Rabu, 2 Juli 2025 - 23:29 WIB

FMPL Bakal Unjukrasa, “Lahat Sedang Tidak Baik-baik Saja”

LAHAT SUMSEL, MLCI – Puluhan Pemuda dan Aktivis yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peduli Lahat (FMPL), hari ini, Rabu (2/7) bertemu dan berkumpul serta berdiskusi di kediaman Aprizal Muslim di Kelurahan Pagar Agung Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Adapun yang hadir dalam kegiatan ini adalah Aprizal Muslim, Saryono Anwar, M. Aspril, Aris Toteles (Ayeng), Tubagus M Sukli, Nata Birohiri, Ishak Nasroni (Ujang), Hendri, M. Abdu, Harris Patumuna, Bambang, Saniwan Juarsah, Ivan, Ilham, Yeri, Elan, Yudi, Robi, Bambang M, Novita, Ferli Fauzi, Miguan dan beberapa nama lainnya.

Dalam sambutan pembukanya, Aprizal Muslim mengemukakan bahwa FMPl dalam waktu dekat akan mengadakan aski unjukrasa terkait beberapa hal yang sangat krusial untuk disampaikan pada pihak-pihak yang berkompeten.

“Saya akan fokus membahas serta menyiapkan data tentang realisasi dana Pokir yang ada di DPRD Kabupaten Lahat, sekaligus saya akan siapkan data-datanya”, papar Aprizal.

Kemudian Saryono Anwar mengupas tentang IUP, IUPK serta HGU Wilayah penambangan batubara yang beroperasi di Kabupaten Lahat.

“Karena kita ketahui banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang terjadi terhadap izin dan keteledoran prosedur eksplorasi batubara di Lahat. Karena itu, hal ini perlu kita sampaikan pada Pemerintah”, ungkap dia.

Baca Juga!  Kunjungan DPRD Kabupaten Lahat Dapil 1, SD Negeri 25 Lahat Butuh Perbaikan Dan Penambahan Fasilitas Sekolah

Untuk di Bidang Pendidikan, Bambang Haryanto menyoroti hal terkait Pungli serta realisasi dana BOS di sekolah-sekolah sampai ke peng-anggaran proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Lahat.

“Kita kasihan dengan orangtua siswa yang selalu dibebani oleh iuran itu dan ini, karenanya kita akan luapkan ini melalui unjukrasa nanti”, papar Bambang.

Terkhusus Ayeng, dirinya sangat fokus untuk menindak-lanjuti peristiwa ambruknya Jembatan di Desa Muara Lawai Kecamatan Merapi Timur akibat aktivitas transportasi batubara.

“Selaras dengan ungkapan Pak Bupati Lahat, bahwa kita mesti sampai ke Clas Action menyikapi kejadian luar biasa ini. Karena jembatan tersebut merupakan urat nadi pernghubung dua kabupaten, artinya sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan bersifat mendesak. Kita ingin ada orang (Pelaku Transportasi) yang bertanggung-jawab sesuai dengan aturan yang ada, jangan didiamkan saja. Kita minta supaya aktivitas transportasi batubara jangan dulu beroperasi, sebelum ada jalan khusus. Jika perlu kita gelar aksi penyetopan bersama masyarakat”, tutur Ayeng.

Selanjutnya, Ishak Nasroni alias Ujang lebih tertarik untuk menyuarakan tentang realisasi Dana Desa (DD) dan Dana Kelurahan yang menurutnya sangat penting demi terwujudnya tujuan dari manfaat dana Negara tersebut.

“Kita ini mengingatkan para Kepala Desa (Kades) dan juga lembaga Penegak Hukum, agar tidak terjadi penyalah-gunaan manfaat”, urai Ujang.

Baca Juga!  Diduga DiPecat Sepihak : Imanullah Lakukan Gugatan Ke Mahkamah Partai Dan PN Lahat

Menurut Hendri S, dirinya juga akan mengangkat persoalan dampak lingkungan serta peraturan daerah terkait peredaran Minuman Keras (Miras), Narkoba dan Perda menganai hiburan malam hari.

“Kan yang korban masyarakat juga, makanya kita mesti dorong pihak penegak hukum untuk menerapkan aturan sesuai dengan regulasinya. Terbukti, tadi malam ada kejadian saling tikam dan meninggal dunia akibat pengaruh Miras di tengah pesta malam hari”, ungkap Hendri S.

Sementara Elan Setiawan menyebut, bahwa gerakan ini bukan semata-mata untuk memberikan penilaian negatif terhadap pemerintahan yang sedang berjalan saat ini. Akan tetapi menurutnya, hal ini perlu dilakukan demi kebaikan semua pihak supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di tengah masyarakat.

“Kita hadir untuk mengingatkan, baik itu aparatur penegak hukum maupun pihak legislatif dan eksekutif dalam menjalankan roda pemerintahannya. Sebab jika melihat kejadian ambruknya jembatan di Muara Lawai, maka menurut saya Lahat sedang tidak baik-baik saja”, kata dia.

Setelah sejumlah materi disampaikan, tersimpul keputusan bahwa ke-semuanya itu akan sampaikan melalui aksi unjukrasa yang akan digelar FMPL dalam waktu dekat ini.*** (SMSI Sumsel)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Pasca Hujan Deras, Kepala Sekolah SDN 30 Lahat Tinjau Kerusakan Bangunan yang Semakin Memburuk

Kabupaten Lahat

Tutup Tps Rt 20 Talang Jawa Selatan Menuai Perdebatan Di Medsos

Kabupaten Lahat

Bimtek Literasi Numerasi & Pemanfaatan Dana Bosp Kinerja Terbaik Gugus 4 Digelar Di Sdn 23 Lahat

Kabupaten Lahat

KAHMI & FORHATI Lahat Periode 2026–2031 Resmi Dilantik, Pemkab Lahat: Kebersamaan Kunci Kemajuan Daerah

Kabupaten Lahat

35 Mahasiswa Penerima Beasiswa Sawit BPDP Diberangkatkan, Pemkab Lahat: Pulang Bawa Ilmu, Bangun Daerah

Kabupaten Lahat

Warga Tutup TPS RT 20 Talang Jawa Selatan: Dua Dekade Menderita, Belum Ada Solusi dari DLH Lahat

Kabupaten Lahat

Pelatihan Guru Hebat: Menyempurnakan Pembelajaran Mendalam Dan Kka Kurikulum Merdeka 2026, Langkah Strategis Cetak Pendidikan Berkualitas Di Lahat

Kabupaten Lahat

Revitalisasi Smp Negeri 4 Lahat Tahun 2026 Berlangsung Aman, 6 Item Diperbaiki Dengan Anggaran Rp 956 Juta
error: Content is protected !!