LAHAT, SUMSEL – MLCI – Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Lahat melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kinerja usaha perkebunan di lingkungan PTPN I Regional 7 Senabing, Selasa (2/6/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan fungsi pembinaan sekaligus pengawasan terhadap seluruh entitas usaha perkebunan yang beroperasi dan berkontribusi di wilayah Kabupaten Lahat.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Vivi Anggraini, S.STP., M.Si., saat dikonfirmasi awak media membenarkan pelaksanaan agenda strategis tersebut. Ia menegaskan bahwa monev ini diselenggarakan untuk memastikan setiap aspek operasional perusahaan berjalan selaras dengan kaidah hukum, peraturan perundang-undangan, serta prinsip pengelolaan usaha yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
“Kegiatan monitoring dan evaluasi ini kami laksanakan tidak semata-mata untuk menilai capaian kinerja, melainkan juga sebagai sarana pembinaan agar perusahaan senantiasa meningkatkan kualitas pengelolaan. Penilaian kami lakukan secara menyeluruh, mencakup legalitas usaha, tingkat produktivitas, kepatuhan terhadap regulasi, dampak sosial kemasyarakatan, kualitas hubungan kemitraan, hingga penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance,” ujar Vivi Anggraini dengan tegas.
Lebih lanjut dijelaskan, aspek kemitraan dan kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu fokus utama dalam peninjauan kali ini. Tim Disbun Lahat secara khusus meninjau pelaksanaan Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM), sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 18 Tahun 2021. Program ini dipandang sebagai instrumen krusial untuk menjembatani kepentingan perusahaan dan masyarakat sekitar, guna mendorong peningkatan taraf hidup dan kemandirian ekonomi petani setempat.
Evaluasi juga mencakup ketaatan perusahaan terhadap ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 7 Tahun 2029 mengenai pengelolaan dan pengembangan usaha perkebunan. Melalui peninjauan yang komprehensif dan terukur ini, diharapkan perusahaan mampu menjalankan seluruh kewajiban hukum dan sosialnya secara optimal, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pembangunan daerah.
Vivi menambahkan, keberadaan perusahaan perkebunan harus mampu membawa dampak positif yang berkelanjutan, baik dari sisi ekonomi maupun sosial, tanpa mengabaikan aspek kepatuhan dan kelestarian lingkungan.
“Kami menegaskan, pengawasan dan pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Tujuannya jelas, agar sektor perkebunan di Lahat tetap produktif, kompetitif, namun tetap taat aturan, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat serta kemajuan daerah,” tegasnya menutup pernyataan.
Kegiatan ini berlangsung dengan tertib dan komunikatif, dihadiri oleh jajaran pejabat dan staf teknis Disbun Lahat serta perwakilan manajemen PTPN I Regional 7 Senabing, sebagai bentuk sinergi yang konstruktif antara pemerintah dan pelaku usaha demi kemajuan perkebunan di Kabupaten Lahat.

