Home / Pemerintah

Rabu, 20 Januari 2021 - 14:08 WIB

Dinkes Lahat Ungkap Tersisa Satu Penderita Stunting

Herlan Nudin –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Jumlah kasus stunting di Desa Ulak Lebar, Kecamatan Kota Lahat tercatat ada 17 balita. Berkat kerja keras dan koordinasi, kini hanya terisa satu anak saja.

Hal itu terungkap berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat pada awal Februari 2020 silam dan kini bersisa satu penderita Stunting.

Kepala Desa Ulak Lebar Evi Fitrianti mengatakan, hal itu berdasarkan pendataan kader di lapangan. Hingga di akhir tahun, tinggal satu anak lagi yang menunjukkan peran kader untuk melakukan pencegahan cukup cekatan.

“Bidan dan kader ikut turun memberikan susu. Dan di 2021 selesai tidak ada terkena stunting, ibu hamil agar memperhatikan asupan gizi cukup,” sambungnya, Rabu (20/1/2021).

Kades meminta para kader untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya asupan gizi. Hal ini bertujuan agar anak-anak lebih sehat dan tidak mengalami hal-hal tidak inginkan terjadi.

Baca Juga!  Proses Administrasi Berjalan, Pasar Bawah Siap Dibangun

“Baik kader, bidan dan perangkat desa, agar saling mengingatkan, untuk mengikuti serta memahami materi disampaikan,” kata Evi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Lahat Hj Agustia Ningsih menjelaskan, Desa Ulak Lebar merupakan salah satu dari 11 lokus stunting yang ada di kabupaten itu. Pihaknya mengapresiasi kinerja camat dan kades setempat dalam menurunkan angka stunting.

“Artinya, itu merupakan keberhasilan bagi Desa Ulak Lebar. Bimbingan dan bantuan semua pihak, adanya kerjasama semua pihak, agar mewujudkan sehingga tidak ada lagi kasus stunting,” urainya.

Hj Agustia menuturkan, salah satu upaya adanya kegiatan komunikasi perubahan perilaku, kasus ini bisa diatasi untuk mau mengubah kekurangan. Selain itu, hidup bersih kurang, ibu hamil digigit nyamuk malaria akan menyebabkan anemia, otomatis anak yang di kandung mengalami kekurangan gizi

Baca Juga!  Bupati Lahat Salurkan Bantuan dan Pelepasan Beasiswa SDM Kelapa Sawit

“Tujuan ini, supaya penyebab stunting salah satu prilaku yang belum dimengerti. Remaja putri harus ditambah pil tambah darah ketika hamil keduanya sehat,” urainya.

“Pada saat hamil jarang diperiksa ke faskes, harus rutin memeriksanya setiap bulan agar mengetahui kondisinya, asupan gizi diperhatikan terkhusus anak-anak atau balita dan ibu hamil,” sambung dia.

Kebiasaan yang harus berubah, pemberian ASI eksklusif mulai bayi lahir hingga dua tahun, istirahat cukup, melahirkan di faskes terdekat, bayi lahir diberikan imunisasi dan ASI selama enam bulan.

“Termasuk tinggi badan anak tidak sesuai dengan usianya, berat badan tidak normal, pertumbuhan agak lambat jika dibandingkan anak normal,” tutupnya.***

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Semarak HUT Kabupaten Lahat 157 : Man 1 Lahat Berhasil Menorehkan Prestasi Di Festival Tari Kreasi Dalam Lomba Lagu Daerah

Kabupaten Lahat

SINERGI DINAS TPHP & BATALYON TP 894 PB Lahat : TANAM JAGUNG HIBRIDA, PERKUAT KETAHANAN PANGAN DAERAH

Pemerintah

Pemerintah Desa Ulak Mas Salurkan BLT Dana Desa Tahun 2026 untuk Periode Januari-Maret

Pemerintah

Belasan Pejabat Di Ruang Lingkup Pemerintah Kabupaten Lahat Resmi Di Lantik Bursah Zarnubi

Pemerintah

Sekda Lahat Dr Ir H Izromatia MSi Resmi Dilantik. Ini Target Awal Kerjanya

Pemerintah

Memanas Usai Penundaan LKPJ, Bupati Lahat Tegas Minta Sekwan Mundur

Pemerintah

Tegaskan Integritas dan Kinerja Nyata, Bupati Lahat Lantik Pejabat Tinggi

Nasional

Selamat Merayakan Hari Raya Idhul Fitri 1447 H/2026
error: Content is protected !!