Home / Sumatera Selatan

Selasa, 30 Januari 2024 - 17:54 WIB

Canangkan Gertak Berantas Sarang Nyamuk, Pj Bupati Banyuasin Cegah Penyebaran DBD

Release SMSI Banyuasin –

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Guna menanggulangi dan mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue, Penjabat (Pj) Bupati Banyuasin H Hani Syopiar Rustam SH didampingi Dandim 0430/Banyuasin Letkol.Inf Roni Sugiarto.

Terlihat juga Sekda Banyuasin Ir Erwin Ibrahim ST MM MBA IPU ASEAN ENG mencanangkan Gerakan Serentak (Gertak) Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Banyuasin.

Pencanangan Gertak PSN untuk mencegah DBD melibatkan jajaran dinas/instansi terkait, Camat Lurah dan Kades Se-Kabupaten Banyuasin dibuka langsung oleh Pj Bupati Hani membuka acara tersebut dengan ditandai dengan pemukulan gong di Lapangan Halaman Kantor Dinas Kesehatan Banyuasin (30/01/2024).

Dihadapan para peserta Gertak Hani S Rustam menyampaikan guna mencegah dan memberantas demam berdarah diperlukan kesadaran dari semua pihak untuk terbiasa menanamkan budaya hidup bersih dari diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

“Hal ini merupakan cara paling tepat dan efektif untuk mencegah penyebaran demam berdarah di wilayah masing-masing. Langkah preventif, berupa budaya hidup bersih dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar telah terbukti paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD dan menjaga kesehatan kita bersama”, tegasnya.

Hani menambahkan melalui kegiatan Gerakan Serentak pemberantasan sarang nyamuk(PSN) dengan cara 3 M Plus, yaitu menguras bak mandi/bak penampungan air, menutup rapat rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali.

Atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk (3M) Plus.Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus akan dapat mendapatkan hasil yang baik apabila dilakukan secara luas dan serentak, terus menerus dan berkesinambungan.

Baca Juga!  Kenal Pamit Dirpamobvit dan Dirpolairud Polda Sumsel Dihadiri PLN UPT Palembang

“Cara memberantas sarang nyamuk dengan 3 (Tiga)M plus yaitu yang keempat Mendaur Ulang. Kegiatan PSN dengan 3 M Plus bisa dikatakan berhasil dan dapat diukur dengan angka bebas jentik (ABJ), apabila angka bebas jentiknya diatas 95% diharapkan penularan DBD dapat dicegah ataupun dikurangi”, terangnya.

Lebih jauh Pj Bupati Hani menjelaskan Gerakan Serentak rantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN) saja sangat memerlukan peran lintas sektor, swasta dan seluruh lapisan masyarakat. Dan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD ini akan kurang efekfif hasilnya apabila hanya dilakukan oleh sektor kesehatan saja.

“Upaya Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DBD akan tetap kita dukung dengan kita bersinergi dan berkolaborasi antara Kesehatan dengan berbagai OPD, Badan, Organisasi, Lembaga lain diluar kesehatan sehingga diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit DBD dan harapannya dapat meningkatkan kesehatan di Kabupaten Banyuasin”, pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin Dr. dr. Rini Pratiwi, M.Kes menerangkan, Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia merupakan salah satu penyakit endemis dengan angka kesakitan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun dan daerah terjangkit semakin meluas.

“Di tahun 2022 terdapat 220 Kasus 2 Meninggal, Tahun 2023 154 Kasus 1 Meninggal. Tahun 2024 di bulan Januari 74 kasus 4 Meninggal di Kabupaten Banyuasin. Kasus DBD terbanyak tahun 2024 ada di kecamatan Talang Kelapa dengan jumlah kasus 59 orang pada bulan Januari 2024 dengan meninggal 1 orang”, bebernya.

Baca Juga!  Jelang Penutupan Sidang Paripurna Diwarnai Interupsi Soal Jalan

Senada dengan Pj Bupati Banyuasin, Kadinkes menerangkan bahwa langkah paling efektif untuk mencegah dan memberantas penyebaran DBD lewat program 3M plus, dan mejaga kebersihan lingkungan sekitar secara rutin dan berkesinambungan. Efektifitas menjaga kebersihan lingkungan secara rutin dan berkesinambungan dalam rangka mencegah dan menanggulangi DBD.

Sampai saat ini vaksin dan obat virus DBD belum ditemukan, sehingga salah satu strategi utama dan paling efektif untuk pengendalian penyakit DBD adalah dengan cara melakukan upaya preventif dengan pemutusan rantai penularan melalui gerakan PSN-DBD tanpa mengabaikan peningkatan kewaspadaan KLB serta penatalaksanaan kasus.

Oleh karena itu peran keluarga perlu terus ditingkatkan untuk melakukan pemantauan, pemeriksaan dan pemberantasan jentik. Konsep inilah yang disebut dengan Jumantik Rumah Tangga atau Satu Rumah Satu Jumantik.

“Agar kegiatan Jumantik dapat diaplikasikan mulai dari rumah tangga sampai wilayah, maka perlu disusun buku panduan berupa petunjuk teknis bagi Juru Pemantau Jentik yang memuat susunan organisasi, tata cara perekrutan, tugas dan fungsi kader Jumantik tersebut, termasuk juga pengetahuan dasar tentang penyakit DBD dan upaya pencegahannya,” pungkas Pj Bupati. ***

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Puncak Syukur 90 Tahun TK–SD Santo Yosef Lahat: Bertumbuh dalam Kasih, Berbuah Dalam Karya

Kabupaten Lahat

KUA Lahat Tinjau dan Ukur Masjid Darul Falah, Percepat Pengajuan Akta Ikrar Wakaf

Kabupaten Lahat

SD Negeri 20 Lahat Gelar Upacara dan Penyerahan Hadiah Perlombaan Memperingati HUT RI ke-81

Kabupaten Lahat

Posyandu Lansia Desa Giri Mulya Berjalan Optimal, Pemdes dan Puskesmas Senabing Bersinergi Jaga Kesehatan Warga

Sumatera Selatan

Makan Korban, Mobil Angkutan Terguling di Proyek Jalan Mangkrak

Sumatera Selatan

Herman Deru Harusnya Malu, Proyek Jalan Simpang Raja Ditinggal Pemborong

Kabupaten Lahat

Semarak HUT RI ke-81, 190 Satuan Pendidikan Meriahkan Lomba PBB dan Drumband/Marching Band Berjalan Lancar

Kabupaten Lahat

20 Tahun Menanti, Sertifikat Warga Desa Giri Mulya yang Hilang Kini Mulai Diserahkan
error: Content is protected !!