Home / Sumatera Selatan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Asap Pekat Kepung PALI, Warga Keluhkan Sesak

PALI SUMSEL, MLCI — Dampak dari kebakaran lahan yang kian meluas di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengakibatkan kabut asap yang semakin pekat mengepung wilayah Bumi Serepat Serasan.

Dari pantauan media ini pada Kamis 8 Oktober 2026, asap pekat menelan matahari yang hendak menyinari bumi, yang tentunya kondisi ini sangat berbahagia bagi kesehatan manusia.

Pemerintah Kabupaten PALI pun kewalahan dalam mengatasi permasalahan kebakaran lahan, yang setiap hari ada puluhan titik api penyumbang asap harus dipadamkan dengan armada terbatas.

Imbasnya kini dirasakan masyarakat, dimana asap pekat setiap hari harus di hirup masyarakat. Bukan hanya mengancam kesehatan tetapi juga menghambat aktivitas warga dalam mencari nafkah baik di perkantoran maupun di ladang pertanian dan aktivitas lainnya.

Baca Juga!  Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Digelar Bukit Asam

Seperti pada sektor pertanian, sejumlah warga mengeluh sesak napas saat keluar rumah yang hendak menjalankan aktivitasnya di kebun. Tak sedikit dari petani urung mengais rejeki seperti menyadap karet lantaran asap pekat mengganggu pernapasan.

“Saya punya riwayat asma, jadi kalau menghirup asap, pernapasan saya terganggu dan sesak,” ucap Irul, salah satu warga Kecamatan Talang Ubi.

Diakuinya sudah beberapa hari ini dirinya tidak lagi menyadap karet yang mana kegiatan tersebut satu-satunya penopang perekonomian keluarganya.

“Kami tidak mau paksakan untuk beraktivitas ditengah kepungan asap daripada penyakit kambuh. Untuk makan sehari-hari kami makan apa adanya dan berharap bencana ini cepat berlalu serta hujan segera turun,” harapnya.

Sama halnya disampaikan Mulyadi, petani karet lainnya yang mengeluhkan asap tebal semakin hari kian pekat.

Baca Juga!  DPD KAI Lampung, “Kapolda Segera Tindak Tegas Polisi Arogan”

“Kalau kami tetap pergi ke kebun karena dorongan kebutuhan dapur, meski mata pedih dan napas sesak kami paksakan karena tidak ada pilihan lain. Kami tetap bersyukur karena masih ada kebun yang bisa disadap, sebab banyak petani lain kehilangan mata pencahariannya akibat kebunnya terbakar,” katanya.

Menyikapi fenomena kabut asap, Pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas Kesehatan belum memberikan keterangan. Hanya saja, Dinas Pendidikan sudah menerapkan belajar jarak jauh secara daring kepada siswa SD dan SMP sederajat.

Sementara itu, dari data Indeks Standar Pencemar Udara per tanggal 8 Oktober 2026, Kabupaten PALI mendukung peringkat ke lima se-Indonesia.*** SMSI PALI

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Jerry Prayudha, Siswa Sdn 26 Lahat Raih Emas Dan Perak Di Lomba Renang Kapolres Muaraenim

Kabupaten Lahat

Kualitas Udara Buruk, Simak Surat Edaran Disdikbud Lahat 

Sumatera Selatan

Antisipasi ISPA, Bupati dan Wabup MURA Terjun Bagikan Masker

Sumatera Selatan

7 Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kota Palembang Resmi Dilantik

Sumatera Selatan

Ratusan Petani di PALI Kehilangan Mata Pencaharian. Ini Penyebabnya

Sumatera Selatan

Mediasi Perkara 41/Pdt.G/2026/PN LLG Memanas, Tim Kuasa Hukum Minta Waktu Dua Minggu

Kabupaten Lahat

PT Bara Selaras Resources Tegaskan Komitmen Penuh Terapkan Good Mining Practice Dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Sumatera Selatan

Diduga Tak Profesional, Proyek CSR Belasan Miliyar di Simpang Raja “Kacau Balau”
error: Content is protected !!