Home / Sumatera Selatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:33 WIB

Secercah Harapan Kembali Menyala Dibalik Bangku Kuliah

PALEMBANG, MLCI – Disaat sebagian besar mahasiswa tengah mempersiapkan diri menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS), tiga mahasiswi Program Studi Farmasi Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang yang semula diselimuti kecemasan akhirnya dapat bernapas lega. Setelah sebelumnya terancam tidak dapat mengikuti ujian karena tunggakan biaya kuliah, pihak universitas akhirnya memberikan kesempatan kepada mereka untuk tetap mengikuti UAS.

Keputusan tersebut menjadi secercah harapan bagi ketiga mahasiswi yang selama beberapa hari terakhir diliputi rasa cemas akan terhentinya perjalanan pendidikan yang telah mereka tempuh hingga semester enam.

Bagi mereka, kuliah bukan sekadar mengejar gelar sarjana. Dibalik perjuangan itu tersimpan harapan keluarga, pengorbanan orang tua, serta cita-cita untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.

Salah seorang wali mahasiswa, Diding Karnadi, yang mendampingi mahasiswi Nabilah Nuraisah, mengaku bersyukur atas kebijakan yang diberikan pihak Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang.

Diding mengungkapkan bahwa sebelumnya ia sempat mengira keputusan yang menyatakan anaknya tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) karena masih memiliki tunggakan biaya kuliah sudah bersifat final dan tidak dapat diubah. Kekhawatiran itu sempat membuat keluarga merasa putus asa karena khawatir perjuangan yang telah ditempuh selama enam semester harus terhenti.

Baca Juga!  Gandeng Yayasan Tzu Chi Indonesia, PT. SMS Berbagi Sembako di Lahat dan Empat Lawang

Namun, anggapan tersebut berubah setelah dirinya bertemu langsung dengan Rektor Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang. Menurutnya, pihak universitas menunjukkan sikap terbuka dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dengan memberikan kesempatan kepada putrinya untuk tetap mengikuti UAS.

“Ternyata apa yang saya khawatirkan tidak terbukti. Setelah bertemu dan berdialog dengan Pak Rektor, kami diberikan kesempatan. Alhamdulillah, anak saya tetap bisa mengikuti ujian,” ujar Diding.

Ia menjelaskan, kesempatan tersebut diberikan dengan ketentuan mahasiswa menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk melunasi tunggakan biaya kuliah sesuai kesepakatan.

Meski demikian, Diding menegaskan bahwa keluarganya sejak awal tidak pernah berniat menghindari kewajiban membayar biaya kuliah. Mereka hanya berharap diberikan kelonggaran waktu agar pembayaran dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan ekonomi keluarga.

“Kami berkomitmen untuk melunasi kewajiban. Yang kami mohon hanyalah kebijakan agar anak-anak tidak kehilangan kesempatan menempuh pendidikan karena keterbatasan ekonomi yang sedang kami alami,” katanya.

Diding juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Rektor beserta jajaran Universitas Aisyiyah Palembang atas kebijakan yang telah diberikan.

Baca Juga!  Tokoh Tanjung Tebat Ajak Ratusan Masyarakat Singsingkan Lengan Baju Menangkan YM-BM 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor dan jajaran Universitas Aisyiyah Palembang yang telah memberikan kebijakan ini. Bagi kami, kesempatan mengikuti ujian bukan hanya soal akademik, tetapi juga memberikan harapan agar anak kami dapat terus melanjutkan pendidikan dan menyelesaikan kuliahnya,” tuturnya.

Menurut Diding, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa dialog yang baik dapat menghasilkan solusi yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan tanpa mengabaikan kewajiban mahasiswa untuk menyelesaikan administrasi pendidikan.

Keputusan Universitas Aisyiyah (Unisa) Palembang ini pun disambut penuh syukur oleh keluarga. Bagi mereka, kesempatan mengikuti UAS bukan hanya soal mengerjakan lembar jawaban, melainkan kesempatan untuk terus melangkah menggapai masa depan yang selama ini diperjuangkan dengan penuh pengorbanan.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap mahasiswa yang berjuang meraih cita-cita, ada keluarga yang tidak pernah berhenti berusaha. Dan terkadang, sebuah kebijakan yang lahir dari dialog serta kepedulian mampu mengubah air mata kecemasan menjadi senyum penuh harapan.*** SMSI SUMSEL

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lahat Gelar Pembinaan Dan Sosialisasi Sensus Ekonomi Serta Program Baznas

Sumatera Selatan

Tunggakan Kuliah Ancam Masa Depan 3 Mahasiswi Farmasi Unisa Palembang

Kabupaten Lahat

Matamuda Man 1 Lahat: Bangun Lingkungan Belajar Ramah Anak Untuk Tahun Pelajaran Baru

Kabupaten Lahat

Guru Dan Siswa Man 1 Lahat Raih Prestasi Gemilang Pada Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Kabupaten

Kabupaten Lahat

SD Negeri 9 Tanjung Tebat Di Kunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Berikut Kondisinya

Kabupaten Lahat

Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Lahat Tinjau Sarana Prasarana Sekolah Di Kecamatan Tanjung Tebat

Kabupaten Lahat

Reses DPRD Provinsi Sumatera Selatan 2026: Kiky Subagio Tampung Aspirasi Warga Lahat  

Kabupaten Lahat

Musyawarah RKPDes 2027 Desa Ulak Mas: Susun Rencana Pembangunan Berbasis Kebutuhan Nyata dan Berlandaskan Hukum yang Kuat
error: Content is protected !!