Home / Sumatera Selatan

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:04 WIB

Soal Air Keruh, Dirut Perumda Tirta Bertuah Ancam Copot Pejabat di Cabang

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Polemik air keruh di wilayah Kenten Laut kian memanas. Di tengah gelombang keluhan pelanggan, Direktur Utama Perumda Tirta Bertuah Banyuasin, Hendra Gunawan, melontarkan ultimatum keras berupa pencipotan jabatan kepada pejabat Perumda Tirta Betuah Cabang Kenten Laut bila persoalan tak kunjung selesai.

“Kalau ini terus berjalan seperti ini dan tidak ada perubahan, seluruh jabatan yang ada di situ akan saya copot. Mereka harus bertanggung jawab,” kata Hendra. Rabu (25/02).

Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk evaluasi pengawasan kantor pusat terhadap kinerja cabang. Menurut dia, jabatan para pejabat menjadi taruhan apabila masalah pelayanan tidak mampu dituntaskan. Ia menegaskan siap mengambil langkah disiplin bila diperlukan.

Baca Juga!  Terpanggil Perjuangkan Percepatan Pembangunan Pedamaran Area

Namun di saat bersamaan, Hendra menyebut gangguan tersebut bukan unsur kesengajaan pimpinan maupun jajaran. Ia berdalih persoalan muncul akibat proses perbaikan pipa transmisi dan distribusi yang berdampak pada beberapa wilayah layanan, bukan keseluruhan.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi,” ujarnya.

Di luar pernyataan resmi itu, kecurigaan justru menguat di tingkat warga. Ferryadi Asri Munandar, koordinator warga Griya Damai yang selama ini aktif menyuarakan persoalan air bersih di Kenten Laut, menilai ada kejanggalan dalam pola distribusi.

Ia mencurigai adanya unsur kesengajaan dalam pengaliran air. Menurut dia, sebelum air dialirkan, seorang petugas disebut terlihat gelisah karena diduga mengalirkan air ke zona 17B yang seharusnya menjadi jatah zona 18A.

Baca Juga!  Aksi Jilid 3 Hibah Pilkada OKUS, Mata Nusantara Tuntut Penegak Hukum Bertindak

Tak hanya itu, Ferryadi menyoroti perubahan pola distribusi yang tak lazim. Jika biasanya air mengalir sekitar tiga jam lalu berhenti untuk pengisian bak penampungan sebelum kembali dialirkan, pada hari itu air justru mengalir 12 jam tanpa jeda ke zona 18 A dan B.

“Aneh, biasanya tiga jam habis. Ini enam jam ditambah enam jam nonstop,” kata Ferryadi.

Ia juga menduga air yang dialirkan bukan berasal dari proses pengolahan normal, melainkan disedot dari Sungai Kenten tanpa pengolahan optimal. Dugaan itu, menurut dia, diperkuat oleh kondisi air yang tetap berwarna kuning kecokelatan meski telah diendapkan semalaman.***SMSI Banyuasin.

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

Jerry Prayudha, Siswa Sdn 26 Lahat Raih Emas Dan Perak Di Lomba Renang Kapolres Muaraenim

Kabupaten Lahat

Kualitas Udara Buruk, Simak Surat Edaran Disdikbud Lahat 

Sumatera Selatan

Antisipasi ISPA, Bupati dan Wabup MURA Terjun Bagikan Masker

Sumatera Selatan

7 Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Kota Palembang Resmi Dilantik

Sumatera Selatan

Asap Pekat Kepung PALI, Warga Keluhkan Sesak

Sumatera Selatan

Ratusan Petani di PALI Kehilangan Mata Pencaharian. Ini Penyebabnya

Sumatera Selatan

Mediasi Perkara 41/Pdt.G/2026/PN LLG Memanas, Tim Kuasa Hukum Minta Waktu Dua Minggu

Kabupaten Lahat

PT Bara Selaras Resources Tegaskan Komitmen Penuh Terapkan Good Mining Practice Dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan
error: Content is protected !!