Home / Sumatera Selatan

Senin, 26 Mei 2025 - 23:03 WIB

Teriak Mahasiswa “Yopi Ingkar Janji” 100 Hari Kerja Walikota Lubuklinggau

LUBUK LINGGAU SUMSEL, MLCI – Seratus hari masa kerja Walikota dan Wakil Walikota Lubuk Linggau, H Rachmat Hidayat MIKom dan H Rustam Effendi, diwarnai kritik tajam dari kalangan mahasiswa.

Sekitar 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan menggelar aksi damai di halaman Kantor Wali Kota Lubuk Linggau, Kelurahan Watas Lubuk Durian, Senin (26/5).

Dalam aksi yang berlangsung selama lebih dari dua jam itu, mahasiswa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait program prioritas pemerintahan baru yang mereka nilai belum menyentuh kebutuhan riil masyarakat.

Mahasiswa bergantian berorasi menyampaikan aspirasi dan kritik, antara lain Teguh Ramadhan, Alan dari GMNI, Arka dan Andres dari PMII, serta perwakilan organisasi lain seperti KAHMI, Satma, dan mahasiswa dari berbagai kampus termasuk Unpari, STAIS, hingga Al-Azhar. Massa membawa tiga tuntutan utama disertai 10 poin tambahan.

Tiga Tuntutan Pokok

Realisasi Janji Politik “Linggau Juara”, termasuk di dalamnya penganggaran dan pembayaran honor RT, pengelolaan sampah, penyelesaian tunggakan BPJS, pengadaan seragam sekolah gratis, serta evaluasi program-program seremonial yang dianggap tidak efektif.

Penghentian Total Angkutan Batu Bara yang melintasi pusat kota.

Penutupan Seluruh Tempat Hiburan Malam Ilegal dan penanganan praktik prostitusi terselubung di wilayah kota.

Salah satu orator menyampaikan dengan lantang, “Kami datang bukan untuk anarki, tapi untuk menagih janji. Kami ingin pemerintahan ini berpihak kepada rakyat, bukan pada elite dan pelaku usaha semata.”

Baca Juga!  Diduga Tak Profesional, Proyek CSR Belasan Miliyar di Simpang Raja "Kacau Balau"

Aksi sempat memanas saat mahasiswa meminta langsung berdialog dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Namun hingga lebih dari dua jam berlangsung, keduanya belum hadir di lokasi. Sejumlah pejabat pemkot yang mencoba menemui massa ditolak. Mahasiswa menegaskan hanya akan berdialog dengan kepala daerah secara langsung.

Situasi sempat tegang saat terjadi aksi saling dorong antara massa dan aparat Satuan Polisi Pamong Praja. Namun, situasi berhasil diredam setelah pihak kepolisian turun tangan menjaga ketertiban.

Usai mendapat informasi bahwa Wali Kota dan Wakil Wali Kota tengah dalam perjalanan, massa memilih bertahan. Sesaat setelah Rachmat Hidayat dan Rustam Effendi tiba di lokasi, sorakan keras menggema dari mahasiswa, meneriakkan “Kak Yopi Ingkar Janji!”.

Dalam suasana yang mulai terkendali, dialog terbuka akhirnya digelar di teras Kantor Wali Kota. Rachmat Hidayat, yang akrab disapa Yopi, duduk berdiskusi bersama mahasiswa dari berbagai organisasi. Ia menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dan menyambut baik aspirasi yang disampaikan.

Kepada awak media, Rachmat menyampaikan bahwa beberapa tuntutan mahasiswa sedang dalam tahap pembahasan lintas sektoral. Khusus terkait desakan penghentian angkutan batu bara, ia mengatakan akan segera menggelar rapat koordinasi bersama pihak kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan.

Baca Juga!  P2KP Tuntut Drs. Sutoko. MSi Batal Plh Kapala Dinas Pendidikan Sumsel

“Untuk truk angkutan batu bara, kita sedang bahas skema pembatasan waktu melintas. Rencananya, truk hanya boleh melintasi wilayah kota pada pukul 22.00 hingga 05.00 pagi. Ini demi kenyamanan warga, tapi juga mempertimbangkan aspek ekonomi,” ujar Yopi.

Ia menambahkan, pemerintah juga tengah menjajaki penyediaan rest area atau lahan parkir khusus di luar jam operasional agar tidak mengganggu lalu lintas kota.

Meski aksi telah usai dan dialog berlangsung kondusif, mahasiswa menyatakan akan terus mengawal realisasi janji-janji kepala daerah. Mereka menegaskan aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari gerakan kontrol sosial yang lebih terorganisir.

“Kami akan datang lagi jika tidak ada perubahan nyata. Kami mahasiswa, bukan musuh pemerintah, tapi mitra kritis yang tidak bisa dibungkam,” ujar salah satu peserta aksi dari PMII.

Aksi mahasiswa ini menjadi penanda bahwa era baru pemerintahan di Lubuk Linggau tidak bisa hanya berhenti pada janji dan slogan. Warga, terutama generasi muda, menuntut komitmen yang nyata, bukan sekadar retorika.***(Release SMSI Lubuk Linggau)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Lahat

PT Bara Selaras Resources Tegaskan Komitmen Penuh Terapkan Good Mining Practice Dan Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

Sumatera Selatan

Diduga Tak Profesional, Proyek CSR Belasan Miliyar di Simpang Raja “Kacau Balau”

Kabupaten Lahat

KEPALA MAN 1 LAHAT LANTIK PENGURUS OSIM PERIODE 2026–2027, TANAMKAN SEMANGAT KEPEMIMPINAN DAN AMANAH

Kabupaten Lahat

Kombel SDN 5 Lahat: Penguatan Kompetensi Guru Wujudkan Pembelajaran Bermakna Bagi Siswa

Sumatera Selatan

Masa Bhakti 2026-2029, Pengurus Daerah 8 Kab/Kota Dilantik Ketua SMSI Sumsel

Kabupaten Lahat

Tutup Tps Rt 20 Talang Jawa Selatan Menuai Perdebatan Di Medsos

Kabupaten Lahat

Bimtek Literasi Numerasi & Pemanfaatan Dana Bosp Kinerja Terbaik Gugus 4 Digelar Di Sdn 23 Lahat

Pendidikan

Khairunnisa Mertikila Siswi Man 1 Lahat Raih Juara Harapan III Mtq Nasional Tahun 2026
error: Content is protected !!