Home / BUMN

Kamis, 17 April 2025 - 13:46 WIB

PTBA Dorong Transformasi Desa Tanjung Agung, “Kembangkan Budidaya Maggot”

MUARA ENIM SUMSEL, MLCI – Maggot, larva dari lalat Black Soldier Fly (BSF), punya beragam manfaat. Mulai dari pengurai sampah, pakan ternak, hingga obat. Peluang bisnisnya menjanjikan.

Karena itu, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menggelar pelatihan budidaya dan pengolahan maggot bagi para pemuda di Desa Tanjung Agung, Muara Enim, Kamis (17/4).

Pelatihan ini merupakan bagian dari program Transformasi Pemberdayaan Ekonomi Terintegrasi (PETI) yang bertujuan untuk menciptakan alternatif pekerjaan yang berkelanjutan bagi kelompok rentan di sekitar wilayah operasi perusahaan. Selain itu juga mendorong ekonomi sirkular berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Maggot bisa diolah menjadi pakan ternak, bahan pangan, bahkan obat. Ini peluang besar untuk menciptakan bisnis berkelanjutan,” ujar Arie Romanov, ahli budidaya maggot dari Magobox yang menjadi narasumber dalam pelatihan ini.

Baca Juga!  Lewat Budidaya Burung Puyuh, PTBA Dorong Transformasi Desa Seleman

Selama pelatihan, 10 pemuda Desa Tanjung Agung dibekali dengan teknik pemilihan bahan baku, manajemen budidaya, hingga strategi pemasaran. Pelatihan ini pun membangkitkan semangat para pemuda Desa Tanjung Agung untuk membuat perubahan.

“Kami para pemuda tidak ingin hanya jadi penonton. Kami ingin menjadi pelaku utama perubahan di desa sendiri,” ujar Ayi Ruslan, salah satu pemuda Desa Tanjung Agung.

Kegiatan pelatihan turut dihadiri oleh perwakilan dari pemerintah desa, sekolah, hingga pelaku usaha kuliner di Desa Tanjung Agung. Mereka siap mengirimkan sampah organik untuk mendukung pengembangan usaha budidaya maggot.

Ayi menilai bahwa kolaborasi antara para pemuda, pemerintah, swasta, dan PTBA akan menjadi kunci utama keberhasilan transformasi desa. “Ini baru awal. Kami ingin Tanjung Agung jadi contoh desa mandiri yang mengubah sampah jadi emas,” tegasnya.

Baca Juga!  Onboarding Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal

Budidaya maggot di Desa Tanjung Agung diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat diterapkan di daerah lain. Selanjutnya para peserta pelatihan akan mendapat pendampingan lanjutan dari PTBA, termasuk akses pasar dan teknologi pengolahan.

Rudi Hartono, Sekretaris Desa Tanjung Agung, mengatakan bahwa pengembangan usaha budidaya maggot selaras dengan visi Pemerintah Desa Tanjung Agung.

“Ini jawaban atas dua masalah sekaligus, yaitu pengurangan sampah dan penguatan ketahanan pangan. Kami akan sinergikan dengan program desa lainnya,” tutup Rudi.*** (D4F)

Share :

Baca Juga

BUMN

Perkuat Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat, PTBA Resmikan NUSA di Pasir Sakti

BUMN

Dukungan PTBA, Mangrove Dulu Terkikis Abrasi Kini Tumbuh Menghidupi

BUMN

Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera, PTBA “EcoGrow Mom”

BUMN

Uji Coba Cofiring Tahap II, PTBA Perkuat Transisi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon

BUMN

RUPST PTBA Fokus Pertumbuhan Berkelanjutan dan Perkuat Tata Kelola Struktur Bisnis

BUMN

Tingkatkan Kompetensi Kelompok Budidaya Itik Petelur, PTBA Bangun Ekonomi Lokal Berkelanjutan

BUMN

Onboarding Periska PTBA Dorong Pemberdayaan UMKM Berjalan Optimal

BUMN

Dampingi Petani Kopi Sawahlunto, PTBA Panen dan Ciptakan Nilai Tambah
error: Content is protected !!