Home / BUMN

Jumat, 9 Agustus 2024 - 09:14 WIB

PT. Bukit Asam. Tbk Kembangkan Inovasi “Lahan Basah Buatan Untuk Pemulihan Lingkungan”

Barab Dafri –

JAKARTA, MLCI – Release diterima media ini pada 9 Agustus 2024, menyatakan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berinovasi mengembangkan lahan basah buatan (constructed wetland) untuk menghilangkan bahan pencemar seperti logam berat dan mampu menetralkan air asam tambang.

Aplikasi constructed wetland di PTBA meliputi dua model, yaitu floating wetland system dan swampy forest. Floating wetland merupakan inovasi PTBA dengan menggunakan pipa paralon sebagai sebagai konstruksi apung di atas kolam yang berisi air asam tambang. Pipa diisi dengan bahan organik berupa bokashi dan pupuk tankos, lalu ditanami tumbuhan untuk menyerap logam berat. Akar tumbuhan akan memanjang hingga ke air asam tambang dan menyerap unsur logam berat. Model swampy forest mengombinasikan tanaman air dengan jenis tanaman rawa.

Baca Juga!  Harapan Baru Gabung PTBA, Tapis Pringsewu dari Hobi Menjadi Ladang Rezeki

Berbagai tanaman yang dimanfaatkan untuk menyerap kandungan logam berat berupa besi (Fe) dan mangan (Mn), yaitu Akar Wangi (Vetiveria Zizanioides), Melati Air (Echinodorus Palaefolius), Lonkida (Nauclea Orientalis), Jelutung Rawa (Dyera Costulata), Balangeran (Shorea Balangeran), Gelam (Melaleuca Leucadendron), Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi).

Constructed wetland di tambang batu bara menawarkan berbagai manfaat keberlanjutan, antara lain sebagai pengolahan air limbah tambang, upaya restorasi dalam memulihkan ekosistem yang terganggu, biaya operasional dan perawatan rendah, keberlanjutan energi dengan pemanfaatan tanaman sehingga lebih ramah lingkungan dan mendukung prinsip keberlanjutan.

“Penerapan metode ini adalah salah satu wujud komitmen Bukit Asam dalam menjalankan prinsip Good Mining Practice,” kata AVP Perencanaan Lingkungan & Kehutanan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Dedy Saptaria Rosa, dalam Talkshow Inspiratif pada Festival LIKE di Jakarta, Kamis (08/08/2024).

Baca Juga!  Perkuat Langkah Menuju Energi Bersih PTBA Uji Coba Co-Firing Wood Pellet di PLTU Tanjung Enim

Air tambang yang telah diolah dan memenuhi baku mutu lingkungan kemudian digunakan kembali untuk berbagai keperluan, seperti pembersihan Coal Handling Facility, memenuhi kebutuhan air bersih perkantoran tambang, dan sebagainya.

“Pemanfaatan air tambang untuk menunjang kegiatan operasi tambang dapat memberikan benefit optimal serta efisien dalam penggunaan air permukaan,” Dedy menjelaskan.

Lebih lanjut, Dedy menegaskan komitmen kuat PTBA untuk selalu menerapkan kaidah teknik pertambangan yang baik agar kegiatan operasional dapat berlangsung efektif, efisien, aman, dan ramah lingkungan.

“Aspek keberlanjutan sangat penting bagi Bukit Asam dalam upaya menghadirkan energi tanpa henti untuk negeri. Selaras juga dengan visi Bukit Asam, yaitu menjadi perusahaan energi kelas dunia yang peduli lingkungan,” tutupnya.***

Share :

Baca Juga

BUMN

Coaltrans Asia 2026 – PTBA, “Pentingnya Kepastian Regulasi dan Keberlanjutan Pasokan Batu Bara”

BUMN

Kreasi Bernilai Plus, Rumah BUMN Bukit Asam Ajak Masyarakat Sulap Lilin Aromatik

BUMN

PTPN1 Regional 7 Sinergi Dua Desa Selesaikan Sertifikat Tanah yang Hilang

BUMN

Roadshow BIGMIND Innovation Award 2026, PTBA Dorong Budaya Inovasi

BUMN

Respons Cepat dan Kolaborasi, PTBA Aktif Bantu Penanganan Karhutla

BUMN

Jaga Kinerja, PTBA Perkuat Portofolio Bisnis Pertumbuhan Jangka Panjang

BUMN

Perkuat Rehabilitasi Mangrove Berbasis Masyarakat, PTBA Resmikan NUSA di Pasir Sakti

BUMN

Dukungan PTBA, Mangrove Dulu Terkikis Abrasi Kini Tumbuh Menghidupi
error: Content is protected !!