Connect with us

Hukum & Kriminal

Polres Lahat Berhasil Ungkap dan Amankan Tersangka Kasus Pembunuhan

Published

on

Barab Dafri. FR –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Polres Lahat dalam hal ini Kapolsek Jarai berhasil ungkap dan amankan tersangka Kelvin kasus penganiayaan dan atau pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

“Kelvin berhasil diamankan di Mapolsek Jarai tadi pagi sekitar jam 09.00 Wib,” ujar Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kapolsek Jarai AKP Indra Gunawan dan Kasi Humas IPTU Sugianto kepada media ini melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Lispono SH. Jumat (8/4/2022).

Ditambahkan Lispono, tersangka Kevin (19) warga Desa Muara Tawi Kecamatan Jarai akan dijerat dalam Pasal 351 KUHPidana dan Pasal 170, yakni penganiayaan dan pengeroyokan.

Lispono mebeberkan, berdasarkan keterangan saksi bahwa penganiayaan itu terjadi di Pasar Romadhon Desa Jarai Kecamatan Jarai pada Kamis, 7 April 2022 sekira jam 17.00 Wib.

Saat itu saksi sedang berada di rumahnya Desa Lubuk Saung Kecamatan Jarai dan tiba martuanya Erni pulang diantar Mo dengan keadaan lemas meminta saksi bersama Mo untuk mencari adik iparnya bernama M Respon.

Setiba di pasar dan setelah mendapat informasi kejadian, saksi menuju RSUD Besemah Pagar Alam dan melihat M Respon (17) mengalami luka tusuk di dada tengah, luka tusuk di bawah ketiak sebelah kiri dan luka tusuk di lengan sebelah kiri.

Sementara, ayah martua saksi bernama Sumardi (56) meninggal dunia yang sebelumnya sempat mengalami luka tusuk di lengan sebelah kiri, luka tusuk dibahu sebelah kiri, luka tusuk diperut sebelah kiri, dan luka lecet dikaki kiri.

Lebih jauh Lispono, menguraikan keterangan saksi sesuai dengan penjelasan M Respon berawal dirinya tadi dikejar oleh orang tak dikenal dengan senjata tajam yang disebabkan karena saling melihat dengan sinis lalu dengan berkata untuk mengajak berkelahi.

Lalu adik saksi mambalas kalo memang mau berkelahi jangan ditempat keramaian sehingga orang tersebut pun mengajak M Respon pergi kebelakang Pasar Jarai dan orang tersebut mengeluarkan senjata tajam sehingga M Respon berlari kabur.

“Selanjutnya M Respon kembali ke pasar Jarai untuk membantu mertua saya berjualan tidak berselang lama terjadi peristiwa penganiayaan tersebut, kemudian saya langsung melaporkan kejadian yang saya alami tersebut ke Polsek Jarai untuk ditindak lanjut,” pungkas saksi yang dikatakan oleh Lispono.

 

Barang bukti yang berhasil digelandang, yakni satu buah pisau dengan gagang kayu warna coklat berikut sarung pisau warna coklat terbuat dari kulit, celana panjang jenis jeans warna biru muda, Baju kaos berkera warna merah, Baju Kaos warna merah, putih, Biru tua.

 

“Selain itu, ada juga jaket kaos jenis switer warna biru muda, senjata tajam dan sarung warna cokelat, Celana panjang jeans warna biru, baju kaos warna abu-abu dan sepasang sandal yang juga menjadi barang bukti,” pungkas Lispono.****

Bagikan Berita :

Hukum & Kriminal

Pencuri Mobil Taft Berhasil Dibekuk Tim Buser Polres Lahat

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Lahat berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud pasal 363 KUHPidana.

“Ada dua tersangka pencurian mobil yang berhasil kami bekuk,” ujar Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Herli Setiawan kepada media ini melalui Penmas Humas Polres Aiptu Lispono. Senin (20/6/2022).

Dijelaskannya, dua tersangka tersebut yakni HER alias WID (42) warga Kelurahan Nendagung Kota Pagaralam dan ALP alias AGU (38) beridentitas di Kota Manak Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.

“Penangkapan kedua tersangka pada 15 Juni 2022 sekira pukul 21.00 Wib yang sebelumnya dilidik Tim Opsnal Satreskrim Polres Lahat yang mendapat informasi keberadaan pelaku di Kota Pagaralam,” terang Lispono.

Mendapat informasi tersebut, tambahnya, Tim Opsnal bergerak dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka HER lalu dikembangkan bahwa mobil hasil curian itu dijual kepada tersangka ALP yang akhirnya juga berhasil dibekuk.

“Barang bukti satu unit mobil daihatsu merk taft warna abu-abu metalik dengan nomor mesin P05735115 dan nomor rangka 934259 atas nama Datun Arianto dan kedua tersangka digelandang ke Mapolres Lahat guna dilakukan pemeriksaan,” urainya.

Lispono mebeberkan kronologi pencurian mobil taft itu terjadi pada 5 Mei 2022 lalu sekira pukul 09.00 Wib di Talang Berangin Kecamatan Kota Lahat, tepatnya di depan gang rumah korban, Reza (29).

“Ketika itu mobil sedang parkir depan gang rumah korban dan saat akan diperbaiki, korban terkejut kendaraan kesayangannya itu tidak ada lagi alias hilang,” ujarnya.

Lispono mengatakan, atas kejadian pencurian, korban mengalami kerugian sebesar Rp.100 juta dan langsung memberikan laporan resmi ke Mapolres Lahat untuk ditindaklanjuti sesuai proses hokum yang berlaku.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Pelaku Pencabulan Dalam Warung Berhasil Diamankan Polsek Jarai

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Jajaran Polres Lahat, yakni Polsek Jarai berhasil ungkap kasus perbuatan cabul, merusak kesopanan atau kesusilaan dengan tersangka Is (41) pekerjaan tani warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Jarai.

Hal itu dikatakan Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kapolsek Jarai AKP Indra Gunawan dan Kasi Humas Iptu Sugianto kepada media ini melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Lispono SH. Jumat (3/6/2022).

Ditambahkan Lispono, kasus perbuatan cabul yang menimpa korban NU (41) wanita beralamat yang sama dengan tersangka itu terjadi pada 3 Maret 2022 lalu sekira pukul 11.00 Wib.

Pada saat korban sedang berada di dalam warungnya di Talang Sali Kecamatan Jarai, tiba tiba tersangka masuk lalu mengunci pintu warung dan langsung berbuat cabul dengan menciumi, memeluk serta meremas-remas buah dada korban.

“Korban panik dan berkata akan teriak apabila tersangka tidak keluar, sehingga tersangka keluar dari warung korban, tidak berapa lama ibu korban menemui korban lalu bercerita dan sempat marah kepada ibunya karena ditinggal sendirian di warung,” beber Lispono.

Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Jarai untuk di proses secara hukum. Dan, pada Jum’at 3 Juni 2022 sekira Pukul 14.00 Wib, tersangka berhasil diamankan Kapolsek Jarai bersama anggotanya di Mapolsek Jarai.

Dilanjutkan Lispono, barang bukti yang juga ikut diamankan yaitu baju kaos lengan panjang dan celana kolor milik korban serta baju panjang terusan wanita juga milik korban.

“Perbuatan tersangka ini dikenakan perkara perbuatan cabul, merusak kesopanan dan kesusilaan sesuai dengan rumusan Pasal 289 KUHPidana,” pungkas Lispono.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Kejelasan Dugaan Kasus Penganiayaan Tiara “Membingungkan”

Published

on

Release SMSI Banyuasin –

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Tiara Binti Ripani (21) warga RT 13 RW 07 Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin mengeluh atas kejelasan pengungkapan kasus.

Kepada awak media, Selasa (24/5/2022) Tiara menuturkan Kasus tersebut dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Jumat 17 Desember 2021 lalu, saat dirinya pulang menonton pesta Orgen Tunggal (OT) bersama teman-temannya.

Kemudian datang seorang wanita bernama LD (39) menghadang dan memarahinya lantaran diduga cemburu karena suaminya TH (41) hendak mengantar, tanpa bicara langsung menjambak rambut dan menampar muka serta memukul leher Tiara.

Tak puas, sorenya LD mendatangi kediaman Zakaria (37) di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, tanpa basa-basi langsung menyerang membabi buta dengan membawa sebilah pisau, beruntung waktu kejadian Zakaria dan istrinya Nia Daniati (36 ) ada di rumah, kejadian tersebut langsung dilerai.

Pengakuan korban, dari kejadian tersebut korban mengalami luka goresan pisau di bagian leher depan dan belakang, serta mengalami luka gigitan sebanyak dua kali di tangan kiri dan benjolan di kepala akibat benturan benda tumpul dan melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian dengan bukti lapor Nomor : STTLP/B-223/XII/2021/SUMSEL/RES BANYUASIN.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Imam Safi’i melalui Kanit PPA Ipda Tri Nensy Nirmalasary menjelaskan, bahwa sampai saat ini kasus penganiayan yang menimpa atas nama Tiara masih dalam tahap penyelidikan, belum naik ke tingkat lidik.

“Karena satu saksi yakni Zakaria masih belum bisa hadir memenuhi undangan kami dan itu menjadi kendala kami dalam proses penyelidikan kasus ini, untuk saksi kami masih minim,” sambungnya.

Kepada wartawan, korban Tiara bersama Harahap (40) sang paman mengaku dirinya sudah tiga kali mengatar surat panggilan saksi dari Polres.

“Kesulitan yang didapati adalah kami tidak dapat menghadirkan saksi dikarenakan saat ini sulit ditemui dan komunikasi melalui telepon pun sudah diblokirnya. Untuk itu kami berharap pihak kepolisian dapat membantu keadilan untuk kami dan pelaku dapat dihukum dengan sesuai,” ungkap Tiara.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!