Connect with us

Hukum & Kriminal

Dua Tersangka Pencuri Mobil di PTM Square Diringkus Team Reskrim Polres Lahat

Published

on

Jurnalis Humres  –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Personil Gabungan Team Tiger Satreskrim Polres Lahat dan Unit Reskrim Polsek Kota Lahat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHPidana.

“Ada dua tersangka berhasil diamankan dalam kasus curat tersebut,” ujar Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Kurniawi HB SIK, Kapolsekta Lahat IPTU Irsan Rumsi SE dan Kasi Humas IPTU Sugianto kepada media ini melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Lispono SH. Sabtu (4/9/2021).

Dijelaskan AIPTU Lispono, kedua tersangka yang berhasil diringkus itu berasal dari Kecamatan Muara Pinang Kabupaten Empat Lawang. Yaitu AD (23) warga Desa Muara Semah dan DE (37) warga Desa Pajar Menang.

Sebelum diamankan, sambungnya, Team Gabungan Reskrim membuka dan olah Rekaman CCTV yang ada di seputaran lokasi pencurian di area parkiran PTM Square Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Lahat.

AIPTU Lispono menguraikan, bahwa pada Sabtu 4 September 2021 sekira pukul 03.30 Wib telah dilakukan penangkapan oleh Team Gabungan Reskrim yang dipimpin Kanit Reskrim Polsekta Lahat, AIPTU JS Ritonga bersama anggotanya dan Team Tiger Polres Lahat.

“Tersangka pertama yang berhasil ditangkap AD, tepatnya di Simpang Karet Kecamatan Pagar Alam Selatan Kota Pagar Alam. Lalu dari hasil introgasi tersangka AD mengakui telah melakukan pencurian mobil bersama tersangka DE dan AA,” lanjut AIPTU Lispono.

Kemudian sekira pukul 05.00 Wib Team Gabungan telah melakukan penangkapan terhadap tersangka DE di Desa Pajar Menang yang diakuinya bersama tersangka AA yang saat ini telah diamankan oleh Sat Reskrim Polres Pagar Alam sehari sebelumnya dalam perkaran lain.

“Kini kedua tersangka dan barang bukti mobil curian dibawa ke Mapolsekta Lahat untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” terang AIPTU Lispono.

Lebih jauh dirinya mengungkapkan kronologi pencurian mobil terjadi pada Rabu 1 September 2021 sekira jam 05.00 Wib di areal parkiran Pasar PTM Square Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Lahat.

“Para tersangka mengambil 1 unit mobil merk SUZUKI CARRY FUTURA jenis Pick Up berwarna putih No Pol BG 8812 W Noka: MHYESL415EJ-329051 Nosin: G15AID967372 milik korban yang terparkir di Areal parkiran PTM Square tersebut,” beber AIPTU Lispono.

Dikatakannya, atas kejadian tersebut korban Juliandi (33) warga Desa Muara Gelumpai Kecamatan Muara Payang, Lahat mengalami kerugian materi sejumlah Rp 70 juta dan melaporkan kejadian tersebut kepada Polsekta Lahat.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Pencuri Mobil Taft Berhasil Dibekuk Tim Buser Polres Lahat

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Tim Buru Sergap (Buser) Satreskrim Polres Lahat berhasil ungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud pasal 363 KUHPidana.

“Ada dua tersangka pencurian mobil yang berhasil kami bekuk,” ujar Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Herli Setiawan kepada media ini melalui Penmas Humas Polres Aiptu Lispono. Senin (20/6/2022).

Dijelaskannya, dua tersangka tersebut yakni HER alias WID (42) warga Kelurahan Nendagung Kota Pagaralam dan ALP alias AGU (38) beridentitas di Kota Manak Kabupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu.

“Penangkapan kedua tersangka pada 15 Juni 2022 sekira pukul 21.00 Wib yang sebelumnya dilidik Tim Opsnal Satreskrim Polres Lahat yang mendapat informasi keberadaan pelaku di Kota Pagaralam,” terang Lispono.

Mendapat informasi tersebut, tambahnya, Tim Opsnal bergerak dan dilakukan penangkapan terhadap tersangka HER lalu dikembangkan bahwa mobil hasil curian itu dijual kepada tersangka ALP yang akhirnya juga berhasil dibekuk.

“Barang bukti satu unit mobil daihatsu merk taft warna abu-abu metalik dengan nomor mesin P05735115 dan nomor rangka 934259 atas nama Datun Arianto dan kedua tersangka digelandang ke Mapolres Lahat guna dilakukan pemeriksaan,” urainya.

Lispono mebeberkan kronologi pencurian mobil taft itu terjadi pada 5 Mei 2022 lalu sekira pukul 09.00 Wib di Talang Berangin Kecamatan Kota Lahat, tepatnya di depan gang rumah korban, Reza (29).

“Ketika itu mobil sedang parkir depan gang rumah korban dan saat akan diperbaiki, korban terkejut kendaraan kesayangannya itu tidak ada lagi alias hilang,” ujarnya.

Lispono mengatakan, atas kejadian pencurian, korban mengalami kerugian sebesar Rp.100 juta dan langsung memberikan laporan resmi ke Mapolres Lahat untuk ditindaklanjuti sesuai proses hokum yang berlaku.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Pelaku Pencabulan Dalam Warung Berhasil Diamankan Polsek Jarai

Published

on

Jurnalis Humres –

LAHAT SUMSEL, MLCI – Jajaran Polres Lahat, yakni Polsek Jarai berhasil ungkap kasus perbuatan cabul, merusak kesopanan atau kesusilaan dengan tersangka Is (41) pekerjaan tani warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Jarai.

Hal itu dikatakan Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK didampingi Kapolsek Jarai AKP Indra Gunawan dan Kasi Humas Iptu Sugianto kepada media ini melalui Kasubsi Penmas, AIPTU Lispono SH. Jumat (3/6/2022).

Ditambahkan Lispono, kasus perbuatan cabul yang menimpa korban NU (41) wanita beralamat yang sama dengan tersangka itu terjadi pada 3 Maret 2022 lalu sekira pukul 11.00 Wib.

Pada saat korban sedang berada di dalam warungnya di Talang Sali Kecamatan Jarai, tiba tiba tersangka masuk lalu mengunci pintu warung dan langsung berbuat cabul dengan menciumi, memeluk serta meremas-remas buah dada korban.

“Korban panik dan berkata akan teriak apabila tersangka tidak keluar, sehingga tersangka keluar dari warung korban, tidak berapa lama ibu korban menemui korban lalu bercerita dan sempat marah kepada ibunya karena ditinggal sendirian di warung,” beber Lispono.

Atas kejadian tersebut korban melapor ke Polsek Jarai untuk di proses secara hukum. Dan, pada Jum’at 3 Juni 2022 sekira Pukul 14.00 Wib, tersangka berhasil diamankan Kapolsek Jarai bersama anggotanya di Mapolsek Jarai.

Dilanjutkan Lispono, barang bukti yang juga ikut diamankan yaitu baju kaos lengan panjang dan celana kolor milik korban serta baju panjang terusan wanita juga milik korban.

“Perbuatan tersangka ini dikenakan perkara perbuatan cabul, merusak kesopanan dan kesusilaan sesuai dengan rumusan Pasal 289 KUHPidana,” pungkas Lispono.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Hukum & Kriminal

Kejelasan Dugaan Kasus Penganiayaan Tiara “Membingungkan”

Published

on

Release SMSI Banyuasin –

BANYUASIN SUMSEL, MLCI – Tiara Binti Ripani (21) warga RT 13 RW 07 Kelurahan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin mengeluh atas kejelasan pengungkapan kasus.

Kepada awak media, Selasa (24/5/2022) Tiara menuturkan Kasus tersebut dugaan penganiayaan yang dialaminya pada Jumat 17 Desember 2021 lalu, saat dirinya pulang menonton pesta Orgen Tunggal (OT) bersama teman-temannya.

Kemudian datang seorang wanita bernama LD (39) menghadang dan memarahinya lantaran diduga cemburu karena suaminya TH (41) hendak mengantar, tanpa bicara langsung menjambak rambut dan menampar muka serta memukul leher Tiara.

Tak puas, sorenya LD mendatangi kediaman Zakaria (37) di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur, tanpa basa-basi langsung menyerang membabi buta dengan membawa sebilah pisau, beruntung waktu kejadian Zakaria dan istrinya Nia Daniati (36 ) ada di rumah, kejadian tersebut langsung dilerai.

Pengakuan korban, dari kejadian tersebut korban mengalami luka goresan pisau di bagian leher depan dan belakang, serta mengalami luka gigitan sebanyak dua kali di tangan kiri dan benjolan di kepala akibat benturan benda tumpul dan melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian dengan bukti lapor Nomor : STTLP/B-223/XII/2021/SUMSEL/RES BANYUASIN.

Sementara itu, Kapolres Banyuasin AKBP Imam Safi’i melalui Kanit PPA Ipda Tri Nensy Nirmalasary menjelaskan, bahwa sampai saat ini kasus penganiayan yang menimpa atas nama Tiara masih dalam tahap penyelidikan, belum naik ke tingkat lidik.

“Karena satu saksi yakni Zakaria masih belum bisa hadir memenuhi undangan kami dan itu menjadi kendala kami dalam proses penyelidikan kasus ini, untuk saksi kami masih minim,” sambungnya.

Kepada wartawan, korban Tiara bersama Harahap (40) sang paman mengaku dirinya sudah tiga kali mengatar surat panggilan saksi dari Polres.

“Kesulitan yang didapati adalah kami tidak dapat menghadirkan saksi dikarenakan saat ini sulit ditemui dan komunikasi melalui telepon pun sudah diblokirnya. Untuk itu kami berharap pihak kepolisian dapat membantu keadilan untuk kami dan pelaku dapat dihukum dengan sesuai,” ungkap Tiara.****

Bagikan Berita :
Continue Reading

Populer

error: Content is protected !!